Mengunjungi Tambang Newmont Batu Hijau, Sumbawa (Hari-1)

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengadakan program “Sustainable Mining Boot Camp Batu Hijau” untuk masyarakat yang ingin melihat secara langsung kegiatan mereka di tambang Batu Hijau, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Untuk penyelenggaraan yang ke-3 ini saya ikut serta dalam program tersebut. Selain saya ada juga beberapa mahasiswa yang ikut, teman-teman blogger dan traveler.

Kami berangkat dari Jakarta pada tanggal 12 Mei 2013, tepatnya pukul 03.30 pagi kami sudah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta Terminal keberangkatan 1A. Dan tepat pukul 05.30 WIB kami yang berjumlah 17 orang yang ikut dalam program ini terbang menuju Pulau Lombok. Satu setengah jam penerbangan dan tepat pukul  08. WITA kami tiba di Bandara Internasional Lombok yang baru di Lombok Timur. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Kayangan kami sempatkan sarapan terlebih dahulu di Rumah Makan Lesehan Asri di Lombok Timur. Namun ternyata bukan sarapan, melainkan makan siang yang kepagian dengan menu makanan Khas dari Lombok seperti ikan rajang cobek, ayam pelecing, bebalung dan banyak lagi yang lainnnya sehingga meja penuh dengan makanan.

Lombok

Menu Sarapan di Lesehan Asri (Foto : Audrey)

Setelah selesai makan perjalanan kami lanjutkan ke Pelabuhan Kayangan yang ditempuh dalam waktu 2 jam. Ternyata pelabuhan ini adalah pelabuhan khusus milik PT Newmont Nusa Tenggara. Hanya para pekerja, tamu dan keluarga pekerja saja yang boleh menggunakan pelabuhan ini. Sementara untuk penumpang lain menggunakan pelabuhan yang tidak jauh dari lokasi Pelabuhan Kayangan.

Lombok2

Pemandangan dari Pelabuhan Kayangan

Kami sempat istirahat beberapa lama di tempat ini, karena jadwal keberangkatan kapal menuju Pulau Sumbawa pukul 13.00 WITA, sementara kami sudah tiba di tempat ini sejak jam 11.00. Dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan akhirnya tiba kapal yang dinanti-nanti. Namanya “Nusa Tenggara”. Bentuknya sangat futuristik. Dapat menampung sekitar 200 penumpang. Kondisi didalamnya sangat nyaman dengan AC yang super dingin. Tidak berlebihan jika saya membandingkannya dengan sebuah yatch.

 Setelah semua penumpang naik akhirnya kapal “Nusa Tenggara” mulai meninggalkan pelabuhan kayangan. Awalnya pelan namun lama kelamaan mulai dipacu hingga kecepatan 24 knot. Dipadu dengan ombak yang lumayan besar akhirnya kapal melaju seperti permainan kora-kora yang konteks yang sesungguhnya. Kami yang baru pertamakali merasakan sensasi tersebut cukup kaget dan hampir mual, untung sebelumnya sempat menenggak pil antimo.

Dan akhirnya setelah berkora-kora di tengah selat Alas selama 2 jam, akhirnya tiba di Pulau Sumbawa. Bagi saya pribadi inilah pertama kalinya menginjakkan kaki di pulau terbesar di Nusa Tenggara ini. Setelah disambut dan diadakan briefing, kami langsung menuju tempat lokasi tambang di Batu Hijau. Karena waktu sudah menunjukkan jam 04.00 kami diajak makan siang terlebih dahulu di tempat dimana para pekerja tambang Newmont melakukan kegiatan makan.

Batu Hijau

Kondisi jalan tambang di Batu Hijau

Ada yang cukup unik dalam penyajian makanan tersebut. Setiap makanan yang disajikan ditandai dengan kata-kata “Sehat”, “Cukup Sehat” dan “Kurang Sehat”. Jadi kita bisa memilih makanan yang kita inginkan. Jika ingin sehat tentu kita memilih makanan yang “Sehat”.

Lombok3

Ini salah satu contoh makanan “Sehat”

Setelah makan kami diajak untuk mengunjungi klinik “International SOS” di dalam kawasan tambang. Disini setiap pekerja tambang diperiksa kesehatannya setiap tahun mulai dari periksa darah, jantung, paru-paru, mata sampai telinga. Demikian pula dengan pekerja administrasi yang diperiksa general check-up setiap 3 tahun. Saya pun didaulat untuk menjadi volunteer untuk diperiksa kesehatan. Alhamdulilllah sehat. Sementara teman-teman yang kurang sehat diperiksa juga dan diberi obat.

Klinik SOS

Cek rekam Jantung di Klinik “International SOS” (Foto: Muthia)

Setelah selesai dari klinik akhirnya kami check in di mess dimana kami akan tinggal selama 3 hari. Mess yang terbuat dari container yang bisa dibongkar pasang ternyata sangat nyaman seperti hotel bintang 4. Ada AC, TV, air panas, internet dan sudah tersedia buah-buahan yang siap dilahap 😀

Kami segera bersih-bersih dan siap-siap menghadiri jamuan makan malam yang akan dihadiri oleh beberapa orang perwakilan dari Newmont yang akan menyambut kedatangan kami. Kami dikenalkan dengan Bapak Djarot sebagai Senior Manager Social Responsibity Newmont Nusa Tenggara. Beliau sudah bekerja di tempat ini selama 26 tahun. Sudah mengalami 3 masa periode pembangunan yaitu eksplorasi, konstruksi dan produksi. Beliau menyambut kedatangan kami dengan tangan terbuka dan siap menjawab apa saja yang ditanyakan.

Program social responsibility yang selama ini dijalankan oleh Newmont membawa dampak yang positif untuk masyarakat sekitar baik dari sektor kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Namun isu yang paling signifikan  adalah masalah tentang kesempatan kerja. Banyak penduduk di sekitar lokasi tambang ingin sekali menjadi pegawai di tempat ini karena melihat sukses yang dicapai oleh tetangganya yang bekerja di Newmont. Namun karena keterbatasan  kesempatan kerja dengan berat hati mereka tidak bisa diterima semuanya. Beberapa waktu lalu ada lowongan untuk 235 pekerja, sementara yang melamar lebih dari 5.000 orang. Perusahaan cukup kerepotan juga ketika mereka melakukan demo dan setelah diadakan dialog perusahaan memberikan kebijakan dengan menambah lowongan menjadi 300 orang  dan 300 orang berikutnya masuk dalam daftar tunggu.

Perusahaan selalu menerima aspirasi dari masyarakat, bahkan kini sudah ada kebijakan bahwa pekerja di Newmont sudah mengalokasikan 60% tenaga kerjanya dari penduduk lokal. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kesenjangan antara penduduk setempat dan pekerja pendatang.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dan saatnya kami pamit dan beristirahat karena besok sudah menanti agenda lainnya. (bersambung)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *