Mengintip Trend Social Media Tahun 2017

Apa saja yang akan terjadi pada tahun 2017 yang berhubungan dengan social media? Apakah ada pemain baru? Atau pemainnya itu-itu saja? Apakah ada fitur baru? Simak penjelasan dari Mas Wicaksono atau lebih akrab dipanggil Ndorokakung dalam pemaparannya tentang Trend Social Media 2017 yang dipresentasikan dalam diskusi “Inspirasi 60 Tahun Astra” beberapa waktu lalu.

Materi yang disadur dari Buffer Social ini memaparkan 6 materi, yaitu tentang 1. Standardized Platform, 2. Facebook, 3. Instagram, 4. Snapchat, 5. Youtube dan 6. Twitter. Kita bahas satu per satu ya.

Beberapa nara sumber yang hadir diantaranya Mas Wicaksono alias Ndorokakung

1. Standardized Platform

Beberapa waktu lalu Instagram mengeluarkan fitur baru yaitu stories, yang menampilkan foto/video dalam timeline, sebenarnya hal ini sudah dilakukan oleh Snapchat dengan fitur Memories. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bisa jadi karena IG melihat kesuksesan Snapchat dan mereka melakukan hal yang sama, karena mengandalkan fitur yang ada tidak cukup. Jadi harus terus berinovasi, walau harus menyontek platform sebelah. Youtube juga sedang menguji fitur komunitas yang memungkinkan para kreator untuk berbagi teks dan posting berbasis gambar seperti Facebook. Sementara Facebook sendiri sudah mencoba fitur hashtag untuk trending Stories seperti yang dilakukan Twitter.

Saat ini semua platform sudah bisa membuat dan membagikan konten video, membuat dan membagikan live video, mencari berita dan mengetahui apa yang terjadi disekitar kita berdasarkan lokasi.

2. Facebook

Facebook masih merajai social media di Indonesia dengan jumlah pengguna sebanyak 76 juta dengan rentang usia antara 18-34 tahun. Facebook  kini dapat berfungsi sebagai marketplace, reactions dengan berbagai emoticons bukan hanya jempol ke atas, artikel singkat, dan Facebook Live. Saat ini juga Facebook sudah mengakuisisi 3 perusahaan yaitu Masquarade, Big Ears dan Eyegroove.

Masquarade dapat merekam video selfie animasi dan dapat memodifikasi penampilan, kemudian dapat kita bagikan ke teman-teman lewat messenger dan social network. Sedangkan Big Ears sebuah perusahaan asal Scotlandia spesialis bidang audio untuk game dan virtual reality developer. Dan Eyegroove yang merupakan social media untuk video music serta terdapat juga fitur untuk editing dan efek. Jadi sudah terbaca kan Facebook nanti mau ngapain?

Untuk trend saat ini yang diinginkan adalah konten video sebanyak 30%. Sedangkan untuk marketeers sebanyak 83% akan membuat video konten lebih banyak lagi. Untuk pencarian search Facebook juga tumbuh sebanyak 2 juta per hari, sebagai perbandingan search Google 3,5 juta per hari. Akan digemari juga konten AR, lenses dan filters, seperti permainan Pokemon Go.

 

3. Instagram

54% pengguna internet di Indonesia sudah mempunyai akun Instagram atau sekitar 35 juta. IG mengandalkan fitur barunya Stories, Instagram juga sudah mengaplikasikan business tools yang dapat memberikan informasi business profile, insight dan analytics. IG juga mulai mengadopsi video IG Live. Ada juga fitur untuk melihat Stories lainnya dengan melakukan klik di link users dan melihat di web Instagram browser. Namun hanya berlaku untuk akun yang sudah terverifikasi.

 

4. Snapchat

Snapchat sudah digunakan sebanyak 8 juta di Indonesia dan masih terus bertambah. Snapchat masih mengandalkan fitur Memories dan Spectacles. Namun mereka juga mulai mengembangkan aplikasi dengan mengakuisisi Vurb dan Bitstrips. Vurb adalah aplikasi yang membantu user untuk menemukan sesuatu di dekatnya dan dapat melakukan dengan beberapa ide. Sedangkan Bitstrips aplikasi yang menghibur dan dinamis yang dapat menampilkan identitas visual yang tidak dapat digambarkan melalui tulisan atau kata-kata. Snapchat mencoba membuat trend dengan fitur Spectacles untuk remaja, fitur Improve Ad berdasarkan lokasi dan geotag dan Circular Video yang dapat digunakan diberbagai perangkat mobile.

 

5. Youtube

Youtube mengakuisisi Famebit, ini dilakukan untuk menjembatani partnership antara brand dan content creator untuk membuat konten yang disponsori. Saat ini banyak brand yang mulai mendukung content creator dengan memberikan produk untuk direview di halaman Youtube-nya.

 

6. Twitter

Pengguna Twitter di Indonesia sudah mencapai 19 juta users. Untuk pengembangan platform Twitter mengakuisisi Peer dan Magic Pony. Peer adalah aplikasi untuk membuat konten yang aman dan dapat dibagikan dengan anonymous feedback. Sedangkan Magic Pony adalah aplikasi video masa depan yang memiliki kompresi tinggi.  Twitter mencoba mengusung trend Live Content dengan mengadakan broadcast partnership dengan mengadakan live tweet saat acara berlangsung. Twitter juga mulai mengaktifkan mute, dan mencoba tombol “hateful conduct”. Adanya fitur baru Customer Service untuk bisnis dan dapat mengirimkan pesan langsung via DM kepada followersnya.

 

Bagaimana Dengan Blog?

Salah seorang peserta bertanya, apakah ada fitur baru dan trend untuk blog? Tentu pertanyaan ini juga mewakili blogger yang sebagian besar hadir di acara menyambut 60 tahun Astra ini. Ndoro menjawab tidak ada fitur baru dan trend untuk platform blog. Saya sendiri mempunyai jawaban sendiri untuk pertanyaan ini. Pertama : blog bukan social media. Kedua : untuk membuat konten dalam sebuah blog kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Jadi dengan melihat trend social media di atas, kita dapat memanfaatkannya sebagai salah satu bagian dari blogpost kita. Misalnya dengan menyematkan link youtube, jadi informasi yang disampaikan dapat dilihat juga secara visual bukan hanya dibaca. Bisa juga menyalin embed Instagram agar foto kita juga dapat dilihat lewat blogpost. Jadi kita harus terus berinovasi dan menyesuaikan dengan trend saat ini.

Ndoro juga mengingatkan, bahwa kita juga harus mulai menanggalkan nama sebagai “blogger” dan mengubah menjadi “content creator” karena apa yang kita buat, tulis, rekam, bukan hanya untuk platform blog saja, tapi juga platform social media seperti yang disebutkan di atas.

Be Sociable, Share!

Comments are closed.