Category: Traveling

Talkshow Tips “Backpacking Dalam dan Luar Negeri”

Minggu 18 November 2012 saya bersama @RiniRaharjanti menjadi pembicara dalam acara talkshow seputar “Backpacking Dalam dan Luar Negeri”Ā yang diadakan oleh @YukTravel dalam acara yang diadakan di Mal Kelapa Gading 3 Jakarta. Dalam talkshow ini kita berbicara tentang tips seputar traveling baik sebagai backpacker maupun sebagai tourist. Baik didalam negeri maupun luar negeri. Rini lebih banyak share tentang backpacker dan trip luar negeri. Sedangkan saya kebalikannya. Jadi kita ini seperti “Koper” dan “Ransel” hehehe…

 

Rini menjelaskan metode “ransel 7 kilo“, maksudnya ransel yang dibawa ikut maksimal beratnya 7 kilogram agar bisa dibawa ke kabin pesawat, tidak masuk bagasi. Kalau masuk bagasi resiko-nya tau sendiri kan bisa diobrak-abrik “oknum tertentu.

 

Saya juga menjelaskan agar perjalanan atau trip lebih efektif sebaiknya kita sudah membuat jadwal perjalanan atau itinerary sebelum berangkat sehingga waktu tidak terbuang percuma akan kemana lagi setelah ini, dll. Juga perlu melakukan sedikit riset sederhana via google tentang akomodasi, penginapan atau hotel mana yang paling banyak mendapat referensi.

 

Rini juga menjelaskan filosofi dari “backpacker” sendiri. Orang banyak menyalahartikan bahwa backpacker itu harus ngegembel, makan apa adanya, kucel, dll. Namun sesungguhnya backpacker adalah kita bisa menikmati perjalanan dengan memanfaatkan budget yang tersedia. Jika ada penginapan seharga Rp 200.000,- yang nyaman kenapa harus nginep di yang harga Rp 500.000,- Toh sesungguhnya saat kita traveling penginapan itu tidak lebih dari sebuah “locker” yang aman untuk menyimpan barang. Setelah seharian keliling saat tengah malam di hotel pasti kita langsung terlelap karena sudah kelelahan.

 

Saya menambahkan kalau trip keluar negeri yang harus dijaga adalah ID personal seperti passport, ktp, dll harus disimpan ditempat yang menempel di badan kita seperti saku, atau gantungan passport. Soalnya kalau disimpat di tas, kalau tas-nya tertinggal tentu kita akan kelabakan. Juga jika menyimpan uang jangan di satu tempat, usahakan terpisah-pisah, bisa di selipan, tas, kaos kaki, atau ******* (sensor :D)

 

Selain itu yang cukup penting adalah alat komunikasi. Jangan lupa pastikan apakah provider yang kita gunakan bisa dipakai di negara tujuan. Jika bisa segera aktifkan roaming sebelum hari keberangkatan.

 

Selain acara tersebut juga diadakan workshop fotografi dengan menghadirkan fotographer kawakan @ArbainRambey yang mengambil tema “Making Traveling Photo Essay“. Dalam event ini juga diadakan lomba photo dengan hadiah trip ke Phuket selama 3D2N šŸ™‚ Wow, selamat yah untuk pemenang!!

 

Berikut foto-foto kegiatan tersebut (sumber foto: @YukTravel)

 

 

 

Serunya talk show bersama @riniraharjanti dan @HARRISmaul di hari Minggu ceria ini di Forum MKG 3 :)))

 

 

Trm ksh u/ @riniraharjanti @HARRISmaul yg”memanaskan”panggung #ODPF Forum MKG3 ngobrolin “Backpacking Dlm&LN”ā™„

 

“Making Traveling Photo Essay” w/Arbain Rambey di #ODPF Forum MKG3 skrg.Tips&Trick motret sunset jg ada lhoĀ 

Ayo Wisata Ke Semarang

Judul diatas saya baca di sebuah taksi berlogo burung biru saat tiba di Kota Semarang. Dengan memanfaatkan waktu luang setelah tugas selesai akhirnya saya meminta Dedy, sang pengemudi tersebut untuk menjadi guide #SemarangCityTour ini. Waktu menunjukkan jam 13:30.

 

“Saya cuma punya waktu 4 jam mas, sebelum saya ke bandara” ucap saya kepada Dedy. “Jadi kemana saja nih bisa beriwisata di kota Semarang selama 4 jam?”

 

“Baik mas, pertama kita ke Mesjid Agung” jawab Dedy.

 

***

 

Saya cukup kaget ketika pertama kali melihat masjid ini. Arsitekturnya indah dan megah. Pantas menjadi salah satu mesjid terindah di Indonesia. Mesjid ini bisa menampung 15.000 jamaah. Ada satu yang istimewa, yaitu terdapat Menara Asmaul Husna, sebuah menara yang tingginya 99 meter, berada di bagian sayap kanan masjid. Disini juga memiliki pelataran masjid yang luas dengan ornamen-ornamen yang indah.

 

Masjid Agung Semarang
Salah satu ornamen masjid

***

 

Setelah dari Masjid Agung perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini sang pengemudi membawa saya ke Kota Lama. Ciri khas tempat ini adalah jalannya menggunakan paving block, bukan aspal. Banyak bangunan lama yang terawat rapi dan dijadikan kantor seperti kantor pos, bank, hotel, toko dan lain-lain. Namun banyak juga yang tidak terawat. Sepertinya perlu biaya yang cukup besar untuk perawatan bangunan di kota lama ini. Satu yang paling menarik perhatian adalah bangunan gereja yang masih megah dan terawat rapi. Ya, Gereja Blenduk namanya.

 

Gereja Blenduk – Kota Lama – Semarang

Sebelum meninggalkan kota lama, sang pengemudi memberitahu bahwa di tempat ini ada tempat berjualan oleh-oleh khas Semarang yaitu wingko babad. Tempat ini sudah lama dan terkenal, namun toko ini tidak buka cabang dimana-mana. Saya sempatkan mampir dan ketika melihat merk Ā ini saya jadi teringat kalau mendapat oleh-oleh khas dari teman sepulang dari Semarang : Wingko Babad Cap Kereta Api!

 

***

 

Dari kota lama perjalanan dilanjutkan ke tempat yang sepertinya tempat paling terkenal di Semarang. Yups kita akan memasuki gedung tua LAWANG SEWU! Saya sudah lama mendengar nama ini, mendengar kisah-kisah mistisnya, keangkerannya, dll. Dan sekarang bangunan tua itu siap dijelajahi. Dengan membayar tiket masuk Rp 10.000,- kita sudah bisa memasuki area ini. Jika ingin ditemani guide harus rela merogoh Rp 30.000,- untuk membayar mereka.Ā Saya sih nggak pake guide, cukup ikut rombongan lain šŸ˜€

Ā 

Bangunan ini unik. Terdiri dari 2 lantai + 1 ruang bawah tanah dan 1 ruang dibawah plafond. Saat memasuki ruang plafond diatas, ternyata disana terdapat tiga buah lapangan bulutangkis, namun sayang sudah tidak dipakai. Namun konon katanya kalau jam 12:00 malam suka terdengar orang bermain bulutangkis, tapi tidak ada wujudnya #merinding.

 

Oya pada jaman Belanda dulu bangunan ini adalah kantor dari Perusahaan Kereta Api. Sedangkan saat Jaman Jepang, ruang bawah tanahnya dijadikan ruang tahanan dan tempat menyiksa orang-orang hingga meninggal. Karena itulah tempat ini dikenal angker. Tempat ini sering dijadikan ajang uji nyali beberapa media televisi, namun sekarang sudah dilarang melakukan syuting untuk hal-hal demikian.

 

Lawang Sewu – Semarang
Salah satu interior Lawang Sewu

 

Di salah satu bangunan terdapat ruang Audio Visual yang menyajikan informasi sejarah bangunan ini. Ada masterplan gedung, genteng asli peninggalan Belanda, dan informasi-informasi penting lainnya.

 

***

 

Setelah satu jam mengelilingi Lawang Sewu perjalanan dilanjutkan ke Klenteng Agung SAM POO KONG. Terdapat bangunan-bangunan khas klenteng dengan warna merah-nya. Terdapat juga patung raksasa Laksamana Cheng Ho.

 

Siluet Klenteng Sam Poo Kong
Patung Laksamana Cheng Ho

Setelah puas berkeliling dan foto-foto, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini menuju Pandanaran, sentra oleh-oleh khas Semarang. Sang pengemudi membawa saya ke sebuah toko yang ramai. “Ini toko paling laris mas, artis aja belanjanya disini.”

 

Ya memang kalau kita mencari suatu tempat yang paling disukai, gampang aja, carilah toko yang paling ramai. Bisa karena kualitasnya terjamin dan harganya juga bersahabat.

 

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 17.30. Satu jam menjelang keberangkatan kembali ke Jakarta. Tepat 4 jam kami keliling Kota Semarang. Cukup banyak tempat wisata yang kami kunjungi. Semoga di lain waktu bisa kembali ke kota ini, menjelajahi tempat wisata lainnya yang belum dikunjungi.

AceRush : Menikmati Bali dengan Cara yang Berbeda

Minggu lalu tepatnya tanggal 22-24 Oktober 2012 saya diundang sebagai blogger untuk menghadiri acaraĀ AceRushĀ yang diselenggarakan oleh Acer Indonesia di Bali. Tanpa menunggu ajakan dua kali saya langsung menyanggupi untuk ikut berpartisipasi.

 

Dengan menggunakan Garuda Indonesia, bersama 10 blogger dan 20 media, tepat pukul 10.00 WIB akhirnya kita berangkat menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Setibanya di Bali, kita langsung makan siang danĀ check-inĀ di Harris Hotel Kuta Beach. Wuih serasa owner aja nih masuk hotel ini. Dimana-mana tertera nama saya, mulai dari guling sampai sendal. Dari handuk sampai toiletries.

 

 

Me, MySelf and I šŸ˜€

 

Setelah istirahat sejenak jam 16:00 WITA diadakan acara pengenalan produk-produk terbaru dari Acer. Mulai dari Acer Iconia W520 sampai Acer AIO7600 yang berukuranĀ giant.Ā Semua sudah berbasisĀ Windows8Ā yang menggunakan teknologiĀ touchscreen. Bahkan Microsoft sendiri belum melaunching secara resmi windows terbaru ini. Acer memang hmmm…

 

Ada satu produk yang cukup unik dan menarik perhatian, yaitu Acer Iconia W520. Produk ini bisa dikatakan multiguna, bisa berfungsi sebagai tablet dan sekaligus notebook. Unik kan? Jadi kalau dicopot sebagai tablet bisa digunakan dengan menggunakan touchscreen, sedangkan kalau disatukan dengan keyboard-nya akan berfungsi sebagai notebook yang lengkap dan dapat digunakan untuk bekerja dengan menggunakan basis microsoft office.

 

Iconia W510 : bisa dicopotttt….

 

Saya yakin produk akan banyak disukai, karena kita tidak perlu lagi membawa 2 gadget untuk melakukan aktifitas. Biasanya 1 gadget untuk ber”main-main” social media, satu lagi notebook untuk bekerja. Kini hanya dengan 1 gadget kita bisa melakukan keduanya. Saya akan bahas lebih jauh produk ini jika sudah mendapatkan produknya šŸ˜€

 

Ada 4 produk lain yang diperkenalkan, ada seri W7, seri notebook tipis S7, dan dua desktopĀ All-In-One. Semua berbasis Windows8 dengan teknologi touchscreen. Pokoknya keren-keren deh semuanya šŸ˜‰

 

Setelah sesi pengenalan, malamnya diadakanĀ welcoming dinnerĀ di Wayang Resto Santika Beach Resort. Setelah makan malam diumumkan acara untuk besok yaitu ACERUSH! Apa sih AceRush itu?

 

Jadi dalam acara AceRush itu setiap tim yang terdiri dari 6 orang akan diberi tugas mulai dari pos 1 sampai 5 yang tugasnya akan diberikan via email. Setiap tim akan diberi gadget Acer untuk berkomunikasi yang terdiri dari gadget, smarphone dan modem. Akhirnya pembagian tim sudah dilakukan dan bagi tim pemenang AceRush ini akan diberikan enam buah ICONIA W-510! Satu orang satu! Wow nggak sabar nunggu besok!

 

***

 

Selasa 23 Oktober 2012 semua peserta sudah siap di lobby hotel untuk mengikuti AceRush. Peralatan sudah diberikan kepada semua tim, termasuk uang Rp 400.000,- untuk pembelian sesuai petunjuk plus 1 kendaraan dan sopirnya. Tugas 1 sudah masuk email. Kita harus mencari pos 1 di Pantai Kuta, tugasnya adalah ….. ditatto dan dikuncir!!!! Wuih tugas yang ringan tapi sulit. Pagi-pagi nyari tukang tatto masih belum berkeliaran. Dan harus pinter nawar. Bayangin, dikuncir cuma Rp 10.000,- tapi ternyata itu cuma 1 kunciran. Akhirnya 2 orang yang di tatto dan 2 orang yang dikuncir menghabiskan Rp 80.000,- Dan setelah itu harus dinilai oleh bule yang ada disitu dan seorang bule yang baik hati memberi kami nilai sempurna : 100!

 

Setelah tugas 1 selesai, lalu masuk email untuk tugas 2 menuju Pos 2 di Pasar Seni Kuta. Kita harus mencari tokoĀ souvenirĀ dan membuat 3 buah kalung di toko tersebut. Dan setelah berjuang membuat souvenir yang ternyata susahnya minta ampun (bikin kalung dari manik-manik 3 kali lepas tali) dan akhinya selesai juga dan kami kembali mendapat nilai 100!

 

Lanjut ke shelter 1 yang berada di Simpang Siur, Denpasar. Disini cuma memjawab pertanyaan beberapa produk Acer yang diperkenalkan kemarin. Lalu dilanjut ke Pos 3 di Renon, Denpasar. Tugasnya kita harus naik menara dan menghitung jumlah anak tangga. Tugas selesai, jumlah anak tangga 69. Tugas lainnya dan ini yang paling sulit, satu orang dari tim harus belajar menari bali dan setelah kursus singkat ternyata Christian cuma mendapat nilai 80 šŸ™ harusnya dia lebih cocok untuk menari barong hehehe…

 

Setelah selesai semuanya perjalanan di lanjut menuju Pos 4 yang berada di…. Tanah Lot!!! Wow mantap. Berkali-kali ke Bali tapi belum pernah di tempat ini. Perjalanan cukup jauh, memakan waktu sekitar 2 jam.

 

Dan akhirnya tiba juga di lokasi yang dituju, tugas dari Pos 4 adalah membuat foto dengan view yang menunjukkan Tanah Lot. Kita langsung foto denganĀ backgroundĀ Pura di tengah laut. Lalu diminta foto juga di Pura Bolong. Dan setelah semua selesai akhirnya finish di Pos 5 diĀ Melasti Cafe, resto on cliff. Sebutir kelapa muda menjadiĀ welcome drinkĀ yang paling segar ditengah cuaca yang panas. Lalu dilanjut makan siang dengan menu full seafood. Yummy!!!

 

Kami menghabiskan waktu 5:25 jam untuk menyelesaikan permainan AceRush ini. Setelah istirahat makan siang, akhirnya sekitar jam 16.00 WITA semua tim kembali keĀ homebaseĀ Hotel Harris Kuta Beach. Tiba di hotel sekitar jam 17:30 dan masih sempat menyaksikan sunset di Pantai Kuta yang cuma selemparan batu dari hotel.

 

Sunset Kuta Beach

Dan malamnya, kami menuju Klapa, di kawasan Pecatu, untuk melakukanĀ dinnerĀ sekaligusĀ Awarding Night, mengumumkan siapakah pemenang dari AceRush ini. Setelah menikmati santapan malam di tepi tebing yang indah, pemenangnya adalah Tim 2 Andreas dan kawan2. Selamat ya dapet Iconia terbaru. Namun bagi peserta yang lain tidak perlu kecewa, semua mendapatkan gadget acer terbaru yaitu acer liquid yang berbasis android ice cream sandwich. Wih keren!!! Jadi semuanya senang dan merasa menang šŸ˜‰ Untuk Acer Liquid Smarphone ini akan saya review dalam postingan berbeda.

 

Setelah acara penyerahan hadiah, sebelum kembali ke hotel, peserta di bagi menjadi 2 kelompok, bagi yang ingin jalan-jalan di sekitar Kuta boleh naik bis 1, sedangkan bagi yang ingin jalan-jalan ke Legian naik bis 2. Saya memilih bis 2 menuju Legian, mengunjungiĀ Ground Zero, menikmati suasana malam di sepanjang Legian, ngopi dan menikmati live musik diĀ Hard Rock CafeĀ dan melihat keindahan bulan sabit dan bintang-bintang di Pantai Kuta. Bahkan saya mendapat bonus bisa melihat meteor jatuh. Tidak lupa “make a wish“. Tepat jam 2 kami kembali ke hotel.

 

***

 

Tanpa terasa sudah 3 hari kami di Bali dan hari ini adalah hari terakhir. Saya sempatkan berenang di pool hotelĀ yang sejak kemarin sudah dadah-dadah ngajakin nyemplung. Jam 11.00 kami check out. Makan siang di Ketupat Resto yang tidak menyajikan menu ketupat šŸ˜€ laluuuu menuju Joger dan Krisna untuk berburu oleh-oleh. Dan akhirnya tempat jam 17:30 WITA kami kembali ke Jakarta bersama Garuda.

 

Selamat Datang di Krisna, Selamat Berbelanja….yang banyak yah šŸ™‚

Terima Kasih untuk Acer Indonesia yang sudah membawa kami jalan-jalan seru di Bali dengan cara yang berbeda. AceRush memang kerennn!!!

 

Thank You Acer Indonesia šŸ˜‰

Pulau Peucang : Mahakarya di Ujung Barat Pulau Jawa

Hari ini rencananya akan menjelajahi Pulau Peucang. Jam 7 pagi kita semua sudah siap di dermaga Beach Club. Pak Cecep yang menjadi tour guide mengatakan cuacaĀ agakĀ kurang bagus. Ombak diperkirakan mencapai 1,5-2 meter. Dengan demikian perjalanan akan terhambat menjadi sekitar 3 jam.

 

Tepat jam 07:30 perjalanan dimulai, 30 menit pertama ombak masih bersahabat, namun menit berikutnya apa yang ucapkan oleh Pak Cecep terbukti. Cuaca kurang bagus adalah bahasa lembut dari kata cuaca buruk.Ā  Speedboat yang menggunakan mesin 2 x 60PK terombang-ambing dihempas ombak, angin dari arah selatan (Pulau Jawa) membuat speedboat menjadi semacam memutar ke luar pulau, bahkan saking kencangnya, bendera yang berkibar diatas speedboat pun arahnya bukan ke belakang kapal seperti biasanya, tetapi ke arah kanan, saking kuatnya angin tersebut.

 

Pak Cecep mengatakan bahwa cuaca terbaik adalah bulan maret sampai juni. Saat itu ombak tenang dan cuaca bagus. Sementara waktu yang kurang baik adalah bulan september hingga februari. Diluar bulan itu, seperti agustus ini peluangnya 50:50

Ā 

Suasana di dalam speedboat saat laut masih tenang

 

Selama 2 jam keadaan tersebut membuat kami semua basah kuyup nggak karuan, tapi kami semua enjoy aja menikmati fenomena alam tersebut. Bahkan diantara hingar bingar tersebut ada yang malah asyik tidur dengan lelapnya (lirik mbak Trinity šŸ˜€).

 

Saat akan memasuki tujuan, ombak mulai bersahabat. Laut kembali tenang. Dan akhirnya tepat setelah mengarungi laut selama 3 jam akhirnya tiba di Pulau Peucang. Dan saat mulai mendekati pulau, semua yang baru pertama kali mengunjungi pulau ini antusias sekali mengamati setiap detail. Nampak pulau kecil yang berada di tengah-tengah laut. Dikelilingi laut jernih yang berwarna kehijauan. Ketika kapal memasuki dermaga kami sudah tidak sabar untuk menjejakkan kaki di pasirnya yang putih dan lembut. Rasa lelah sepanjang perjalanan karena didera ombak, hilang seketika.

 

Tiba di Dermaga Pulau Peucang

Ā 

Dermaga Pulau Peucang

Ā 

Air laut yang jernih dan pasir yang putih

Ā 

Selamat datang di Pulau Peucang

 

Pulau Peucang adalah bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang dilindungi keberadaannya. Pulau yang luasnya tidak lebih dari 450 hektar itu menjadi tempat yang nyaman untuk berbagai macam satwa liar seperti rusa, babi hutan, burung merak, kera, dll.

 

Cukup banyak aktifitas yang bisa dilakukan di pulau ini, antara lain trekking ke Kacang Copong sejauh 3 km, wildlife viewing, swimming, snorkeling dan diving. Aktifitas pertama kami adalah melakukan trekking ke Karang Copong. Kegiatan ini adalah melakukan trekking memasuki pulau yang penuh dengan hutan tropis berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

 

Dan ketika kami mulai melakukan trekking, ditengah perjalanan kami bertemu dengan seekor rusa betina. Dari bahasa tubuhnya sepertinya sudah terbiasa bertemu dengan manusia dan berkata “selamat datang di pulau kami“. Ya, Peucang dalam bahasa sunda berarti Rusa, tidak berlebihan jika mereka menyebut bahwa pulau ini adalah milik mereka.

 

Rusa yang kami temui di Pulau Peucang

 

Ditengah perjalanan kami banyak menemukan vegetasi-vegetasi yang berusia puluhan tahun, bahkan ada satu pohon akar yang sudah berusia ratusan tahun yang tidak kami temukan ditempat lain. itulah mengapa saya menyebutnya sebagai “Surga Kecil”. Setelah melakukan perjalanan selama 1 jam akhirnya kami tiba di bukit yang pemandangannya langsung ke lautan lepas. Salah satunya ada sebuah karang besar yang ditengahnya ada lubangnya, itulah mengapa disebut Karang Copong.

 

Satu jam kami habiskan ditempat yang nyaman ini, setelah itu kembali ke dermaga. Dalam perjalanan kami sempat bertemu dengan rusa jantan dan babi hutan. Setelah satu jam berjalan santai kami tiba di dermaga. Di kawasan dermaga terdapat beberapa bangunan yang memberikan informasi seputar objek wisata di pulau ini, ada juga penginapan bagi pengunjung yang akan bermalam dan menikmati suasana pulau dimalam hari.

 

Setelah puas mengeksporasi Pulau Peucang, perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Cimayang untuk melakukan snorkeling di tengah laut. Perlu 15 menit menggunakan speedboat untuk mencapai lokasi tersebut. Setelah tiba kami semua langsung nyebur ke dalam laut, melihat pemandangan laut yang masih terlihat indah. Menyapa terumbu karang dan ikan-ikan yang berlari-lari disela-sela karang. Tidak lupa mengabadikannya dengan melakukan foto di bawah laut.

Ā Terumbu Karang di Cimayang (foto : @munindohoy)

Ā 

Finding Nemo di Cimayang (foto: @munindohoy)

Ā 

Snorkeling di Cimayang (foto : @TrinityTraveler)

 

Tanpa terasa 2 jam sudah berlalu, saatnya kembali ke Tanjung Lesung, jika terlambat akan tiba saat gelap dan ombak akan semakin menggila. Dan dengan berat hati harus segera meninggalkan tempat yang indah ini.

Dan kejadian saat pergi terulang kembali. Ombak dan angin berlomba-lomba seakan ingin menyapa. Tapi kami semua sudah terlalu lelah untuk menanggapi. Kami semua terlelap dalam mimpinya masing-masing. Mimpi tentang salah satu mahakarya Indonesia di Ujung Barat Pulau Jawa.