Category: Traveling

Mengenang Tragedi Lewat Museum Tsunami Aceh

Hari ini tepat 8 tahun lalu terjadi tragedi atau bencana dahsyat yang melanda kawasan Aceh. Ya 26 Desember 2004 terjadi peristiwa tsunami yang tidak akan terlupakan. Ratusan ribu jiwa manusia melayang. Bangunan porak poranda. Hampir seluruh daerah di pesisir pantai rata dengan tanah. Untuk mengenang peristiwa itu pemerintah dan beberapa lembaga bantuan donor membangun sebuah musium yang diberi nama Museum Tsunami Aceh. Kebetulan beberapa waktu lalu saya sempat mengunjunginya.

Museum ini bukan hanya mengenang tragedi tapi berfungsi juga sebagai pendidikan bagi generasi muda tentang antisipasi bencana dan tempat evakuasi yang memadai jika terjadi peristiwa serupa.

 

Museum yang terletak di jantung Kota Banda Aceh tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda ini diresmikan pada tahun 23 Februari 2008 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Berfungsi sebagai objek sejarah dan pusat penelitian tentang tsunami, simbol kekuatan masyarakat Aceh menghadapi bencana tsunami dan sebagai warisan kepada generasi mendatang bahwa disini pernah terjadi bencana tsunami.

Desain museum mengusung konsep Rumoh Aceh as Escape Hill hasil rancangan arsitek M. Ridwan Kamil yang memenangkan lomba desain museum ini pada tahun 2006. Desain sarat dengan konten lokal namun rancangannya sangat modern dan futuristik. Digambarkan sebuah rumah panggung tradisional Aceh dan berfungsi juga sebagai escape hill atau bukit evakuasi jika terjadi bencana banjir atau tsunami di masa datang.

Sebelum  memasuki pintu masuk akan ditemukan sebuah helikopter Polisi yang hancur diterjang tsunami. Lalu mulai memasuki Lorong Tsunami (Tsunami Alley) yang sempit, menjulang dan temaram. Disisi kiri dan kanan mengalir air dan suara gemuruh air seakan mengingatkan peristiwa tsunami. Disini bulu kuduk kami berdiri.

 

Kemudian kami memasuki ruangan yang terdiri dari bangunan monumen yang diatasnya terdapat sebuah LCD yang memperlihatkan foto-foto saat peristiwa tsunami, seperti bangunan yang hancur, kapal di atas rumah, mayat-mayat bergelimpangan. Sungguh kami terenyuh melihatnya.

 

Ruang berikutnya adalah Ruang Sumur Doa (Chamber of Blessing). Di ruangan yang berbentuk lingkaran seperti cerobong ini terdapat ribuan nama-nama korban tsunami. Menjulang ke atas dan diujung atas ada sebuah cahaya dan tulisan arab berlafaz ALLAH. Pesan dari ruangan ini adalah setiap jiwa manusia pasti akan kembali kepada yang maha kuasa. Dengan sayup-sayup suara orang mengaji, suasana menjadi semakin dalam. Tanpa terasa air mata hangat membasahi pipi.

Setelah itu kami naik ke lantai 2 dengan melewati jembatan yang dirancang sangat futuristik. Seakan tidak percaya bahwa bangunan ini didesain oleh putra bangsa.

 

Di ruang pamer temporer disajikan foto-foto berukuran besar pra, saat dan pasca tsunami. Mungkin kita masih ingat dengan seorang ibu yang menangis saat memeluk anaknya sudah tidak bernyawa lagi atau seorang bapak yang berlari menyelamatkan diri hanya mengenakan handuk putih. Semua itu ada disini dan membuat kami menangis.

 

Lalu kami memasuki ruangan audio visual. Di ruangan yang seperti mini theathe dengan kapasitas 30 orang ini kami disuguhi film saat terjadi tsunami 26 Desember 2004 itu. Film tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya bencana tersebut dan betapa lemahnya manusia menghadapi cobaan yang maha kuasa. Terlihat saat gelombang tsunami memasuki kota Banda Aceh dan berhasil direkam oleh beberapa warga dengan video amatir. Meratakan dan menyeret semua yang dilewatinya. Rumah. Pohon. Kendaraan. Namun jika takdir belum menjemput, terlihat seorang kakek renta yang sedang menyelamatkan diri padahal dibelakangnya datang gelombang tsunami, dalam hitungan detik dia naik ke tempat yang lebih tinggi dan berhasil menyelamatkan diri. Dan, saat film selesai, terlihat hampir semua orang mengusap matanya.

 

Selanjutnya kami naik ke lantai 3. Disini disajikan beberapa ruangan untuk memorabilia setelah tsunami seperti sebuah jam besar yang menunjukkan waktu saat terjadinya tsunami, sepeda motor dan sepeda yang hancur. Semua itu sumbangan dari warga yang rela barangnya ditempatkan di museum ini. Selain itu ada juga diorama saat tsunami melanda beberapa daerah. Seperti diorama sebuah mesjid yang berdiri kokoh diterjang tsunami sementara bangunan lain semuanya rata dengan tanah.

Ruangan lain memberikan informasi pengetahuan tentang tsunami dan bencana lainnya. Juga ada ruang simulasi gempa. Disini kita bisa merasakan saat terjadi gempa yang sesungguhnya. Ada juga ruangan perpustakaan yang berisi buku-buku tentang bencana sumbangan dari berbagai pihak. Dan terakhirnya ada ruangan khusus cindera mata.

 

Setelah itu kita kembali turun ke lantai 1 dan bisa beristirahat di dalam cafe yang nyaman. Tanpa terasa 2 jam waktu dihabiskan di tempat ini. Namun banyak sekali manfaat yang kita peroleh dari museum ini. Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, namun kita bisa mengantisipasinya untuk meminimalisir jumlah korban. Satu yang tidak bisa dilawan yaitu takdir dari Yang Maha Kuasa.

5 Tempat Unik dan Menarik di Jakarta

Banyak tempat yang menarik di Jakarta, namun ada beberapa tempat yang unik dan menarik yang wajib dikunjungi . Mulai dari tempat yang canggih sampai tempat yang sederhana. Tempat ini memiliki ciri khas masing-masing yang tidak dapat dijumpai di tempat lain.

 

1. Jakarta City Planning Gallery

Tempat ini terletak di Kantor Dinas Tata Kota Gedung Teknik DKI Jakarta lantai 3, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Disini kita bisa melihat kondisi Jakarta tempo doeloe dan rencana ke hingga 30 tahun ke depan yang disajikan lewat sebuah maket berukuran raksasa seluas 6 X 10 meter. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan multimedia yang canggih serta perpustakaan yang lengkap. Pembangunan gallery ini tidak terlepas dari pemerintah DKI Jakarta yang ingin lebih mensosialisasikan rencana ibukota Jakarta tahun 2030. Gallery ini terbuka untuk umum dan gratis. Dan bagi yang ingin memberi masukan untuk rencana kota ke depan, tidak perlu demo, silahkan datang ke tempat ini.

 

 

   Maket raksasa berukuran 6 X 10 meter

 

2. @america, Pacific Place – Jakarta

Tempat ini cukup unik dan menarik. Sebuah pusat kebudayaan Amerika yang tempatnya berada di sebuah mall! Tempat ini merupakan pusat kebudayaan Amerika yang diprakasai oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, sarat dengan peralatan berteknologi tinggi, dengan menyajikan teknologi canggih berupa layar sentuh, layar raksasa dan perpustakaan digital. Tempat ini merupakan yang pertama didirikan di dunia, sebuah kehormatan bagi Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari hubungan emosional yang cukup tinggi dengan Barack Obama, Presiden Amerika saat ini yang pernah tinggal dan belajar di Indonesia. Setiap hari dibuka untuk umum dan gratis.

 

@america Pacific Place, Jakarta

 

3. Setu Babakan

Setu Babakan adalah sebuah perkampungan yang berada di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Apa keunikan dari kampung ini? Setu Babakan merupakan perkampungan dengan ciri khas Betawi, penduduk asli Jakarta. Disini dapat dijumpai mulai dari arsitektur bangunan yang memiliki ciri khas Betawi sampai makanan seperti kerak telor, soto mie, roti buaya dan makanan khas lainnya.

Selain itu, disinipun disediakan panggung sebagai tempat atraksi kebudayaan betawi seperti qasidahan, marawis, gambang kromong, lenong , gambus, tari topeng dan ciri khas betawi yang sudah sangat terkenal yaitu Ondel-ondel. Biasanya atraksi dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu.

Pemerintah DKI Jakarta pun sudah menetapkan kampung ini sebagai tempat pelestarian dan budaya budaya betawi. Jika Anda ingin melihat betawi tempoe doeloe dengan segala budayanya, silahkan mengunjungi tempat ini, Anda akan menemukan sebuah kebudayaan betawi yang berbeda dengan yang kita temukan selama ini.

 

Pintu Gerbang Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan

 

4. Pasar Kue Subuh

Pasar kue subuh terletak di bilangan Senen dan Blok M. Dan sesuai namanya pasar ini hanya buka saat subuh, bahkan sebelum adzan subuh berkumandang. Disini aneka ragam kue tersedia, mulai dari kue pasar seharga 500-an sampai kue tart-pun ada. Kita tinggal memilih kue apa yang kita inginkan. Kita juga boleh mencoba dahulu sebelum membeli untuk merasakan rasa kue tersebut. Biasanya orang yang membeli adalah orang yang akan mengadakan hajatan dan membeli dalam jumlah banyak. Sekali-kali cobalah Anda bangun lebih pagi dan berangkat kesana, Anda akan menemukan aneka ragam kue murah meriah dan keramaian disaat orang lain masih terlelap.

 

Suasana Pasar Kue Subuh

 

5. Pasar Prumpung

Terletak di pertigaan Jalan Basuki Rahmat dan Ahmad Yani, Jakarta Timur. Dinamakan pasar tapi tempat ini bukan pasar, melainkan berupa toko sederhana yang menjual aneka mainan anak-anak dengan harga yang super murah. Mainan apa saja ada, namun jangan sekali-kali membawa anak atau keponakan ke tempat ini, karena pasti minta dibelikan semuanya. Ya tempat ini memang surga mainan untuk anak-anak. Biasanya pembeli berasal dari luar kota, mereka membeli cukup banyak dan dijual kembali didaerahnya. Namun untuk pembeli eceran pun masih dilayani.

 

Pasar Prumpung

Talkshow Tips “Backpacking Dalam dan Luar Negeri”

Minggu 18 November 2012 saya bersama @RiniRaharjanti menjadi pembicara dalam acara talkshow seputar “Backpacking Dalam dan Luar Negeri” yang diadakan oleh @YukTravel dalam acara yang diadakan di Mal Kelapa Gading 3 Jakarta. Dalam talkshow ini kita berbicara tentang tips seputar traveling baik sebagai backpacker maupun sebagai tourist. Baik didalam negeri maupun luar negeri. Rini lebih banyak share tentang backpacker dan trip luar negeri. Sedangkan saya kebalikannya. Jadi kita ini seperti “Koper” dan “Ransel” hehehe…

 

Rini menjelaskan metode “ransel 7 kilo“, maksudnya ransel yang dibawa ikut maksimal beratnya 7 kilogram agar bisa dibawa ke kabin pesawat, tidak masuk bagasi. Kalau masuk bagasi resiko-nya tau sendiri kan bisa diobrak-abrik “oknum tertentu.

 

Saya juga menjelaskan agar perjalanan atau trip lebih efektif sebaiknya kita sudah membuat jadwal perjalanan atau itinerary sebelum berangkat sehingga waktu tidak terbuang percuma akan kemana lagi setelah ini, dll. Juga perlu melakukan sedikit riset sederhana via google tentang akomodasi, penginapan atau hotel mana yang paling banyak mendapat referensi.

 

Rini juga menjelaskan filosofi dari “backpacker” sendiri. Orang banyak menyalahartikan bahwa backpacker itu harus ngegembel, makan apa adanya, kucel, dll. Namun sesungguhnya backpacker adalah kita bisa menikmati perjalanan dengan memanfaatkan budget yang tersedia. Jika ada penginapan seharga Rp 200.000,- yang nyaman kenapa harus nginep di yang harga Rp 500.000,- Toh sesungguhnya saat kita traveling penginapan itu tidak lebih dari sebuah “locker” yang aman untuk menyimpan barang. Setelah seharian keliling saat tengah malam di hotel pasti kita langsung terlelap karena sudah kelelahan.

 

Saya menambahkan kalau trip keluar negeri yang harus dijaga adalah ID personal seperti passport, ktp, dll harus disimpan ditempat yang menempel di badan kita seperti saku, atau gantungan passport. Soalnya kalau disimpat di tas, kalau tas-nya tertinggal tentu kita akan kelabakan. Juga jika menyimpan uang jangan di satu tempat, usahakan terpisah-pisah, bisa di selipan, tas, kaos kaki, atau ******* (sensor :D)

 

Selain itu yang cukup penting adalah alat komunikasi. Jangan lupa pastikan apakah provider yang kita gunakan bisa dipakai di negara tujuan. Jika bisa segera aktifkan roaming sebelum hari keberangkatan.

 

Selain acara tersebut juga diadakan workshop fotografi dengan menghadirkan fotographer kawakan @ArbainRambey yang mengambil tema “Making Traveling Photo Essay“. Dalam event ini juga diadakan lomba photo dengan hadiah trip ke Phuket selama 3D2N 🙂 Wow, selamat yah untuk pemenang!!

 

Berikut foto-foto kegiatan tersebut (sumber foto: @YukTravel)

 

 

 

Serunya talk show bersama @riniraharjanti dan @HARRISmaul di hari Minggu ceria ini di Forum MKG 3 :)))

 

 

Trm ksh u/ @riniraharjanti @HARRISmaul yg”memanaskan”panggung #ODPF Forum MKG3 ngobrolin “Backpacking Dlm&LN”♥

 

“Making Traveling Photo Essay” w/Arbain Rambey di #ODPF Forum MKG3 skrg.Tips&Trick motret sunset jg ada lho 

Ayo Wisata Ke Semarang

Judul diatas saya baca di sebuah taksi berlogo burung biru saat tiba di Kota Semarang. Dengan memanfaatkan waktu luang setelah tugas selesai akhirnya saya meminta Dedy, sang pengemudi tersebut untuk menjadi guide #SemarangCityTour ini. Waktu menunjukkan jam 13:30.

 

“Saya cuma punya waktu 4 jam mas, sebelum saya ke bandara” ucap saya kepada Dedy. “Jadi kemana saja nih bisa beriwisata di kota Semarang selama 4 jam?”

 

“Baik mas, pertama kita ke Mesjid Agung” jawab Dedy.

 

***

 

Saya cukup kaget ketika pertama kali melihat masjid ini. Arsitekturnya indah dan megah. Pantas menjadi salah satu mesjid terindah di Indonesia. Mesjid ini bisa menampung 15.000 jamaah. Ada satu yang istimewa, yaitu terdapat Menara Asmaul Husna, sebuah menara yang tingginya 99 meter, berada di bagian sayap kanan masjid. Disini juga memiliki pelataran masjid yang luas dengan ornamen-ornamen yang indah.

 

Masjid Agung Semarang
Salah satu ornamen masjid

***

 

Setelah dari Masjid Agung perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini sang pengemudi membawa saya ke Kota Lama. Ciri khas tempat ini adalah jalannya menggunakan paving block, bukan aspal. Banyak bangunan lama yang terawat rapi dan dijadikan kantor seperti kantor pos, bank, hotel, toko dan lain-lain. Namun banyak juga yang tidak terawat. Sepertinya perlu biaya yang cukup besar untuk perawatan bangunan di kota lama ini. Satu yang paling menarik perhatian adalah bangunan gereja yang masih megah dan terawat rapi. Ya, Gereja Blenduk namanya.

 

Gereja Blenduk – Kota Lama – Semarang

Sebelum meninggalkan kota lama, sang pengemudi memberitahu bahwa di tempat ini ada tempat berjualan oleh-oleh khas Semarang yaitu wingko babad. Tempat ini sudah lama dan terkenal, namun toko ini tidak buka cabang dimana-mana. Saya sempatkan mampir dan ketika melihat merk  ini saya jadi teringat kalau mendapat oleh-oleh khas dari teman sepulang dari Semarang : Wingko Babad Cap Kereta Api!

 

***

 

Dari kota lama perjalanan dilanjutkan ke tempat yang sepertinya tempat paling terkenal di Semarang. Yups kita akan memasuki gedung tua LAWANG SEWU! Saya sudah lama mendengar nama ini, mendengar kisah-kisah mistisnya, keangkerannya, dll. Dan sekarang bangunan tua itu siap dijelajahi. Dengan membayar tiket masuk Rp 10.000,- kita sudah bisa memasuki area ini. Jika ingin ditemani guide harus rela merogoh Rp 30.000,- untuk membayar mereka. Saya sih nggak pake guide, cukup ikut rombongan lain 😀

 

Bangunan ini unik. Terdiri dari 2 lantai + 1 ruang bawah tanah dan 1 ruang dibawah plafond. Saat memasuki ruang plafond diatas, ternyata disana terdapat tiga buah lapangan bulutangkis, namun sayang sudah tidak dipakai. Namun konon katanya kalau jam 12:00 malam suka terdengar orang bermain bulutangkis, tapi tidak ada wujudnya #merinding.

 

Oya pada jaman Belanda dulu bangunan ini adalah kantor dari Perusahaan Kereta Api. Sedangkan saat Jaman Jepang, ruang bawah tanahnya dijadikan ruang tahanan dan tempat menyiksa orang-orang hingga meninggal. Karena itulah tempat ini dikenal angker. Tempat ini sering dijadikan ajang uji nyali beberapa media televisi, namun sekarang sudah dilarang melakukan syuting untuk hal-hal demikian.

 

Lawang Sewu – Semarang
Salah satu interior Lawang Sewu

 

Di salah satu bangunan terdapat ruang Audio Visual yang menyajikan informasi sejarah bangunan ini. Ada masterplan gedung, genteng asli peninggalan Belanda, dan informasi-informasi penting lainnya.

 

***

 

Setelah satu jam mengelilingi Lawang Sewu perjalanan dilanjutkan ke Klenteng Agung SAM POO KONG. Terdapat bangunan-bangunan khas klenteng dengan warna merah-nya. Terdapat juga patung raksasa Laksamana Cheng Ho.

 

Siluet Klenteng Sam Poo Kong
Patung Laksamana Cheng Ho

Setelah puas berkeliling dan foto-foto, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini menuju Pandanaran, sentra oleh-oleh khas Semarang. Sang pengemudi membawa saya ke sebuah toko yang ramai. “Ini toko paling laris mas, artis aja belanjanya disini.”

 

Ya memang kalau kita mencari suatu tempat yang paling disukai, gampang aja, carilah toko yang paling ramai. Bisa karena kualitasnya terjamin dan harganya juga bersahabat.

 

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 17.30. Satu jam menjelang keberangkatan kembali ke Jakarta. Tepat 4 jam kami keliling Kota Semarang. Cukup banyak tempat wisata yang kami kunjungi. Semoga di lain waktu bisa kembali ke kota ini, menjelajahi tempat wisata lainnya yang belum dikunjungi.