Category: Traveling

Uji Nyali “Train to Busan Horror House” dan Uji Adrenalin “Avengers : Damage Control” di Resorts World Genting

Untuk kedua kalinya saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Resorts World Genting, Malaysia pada 30 Oktober – 1 November 2019. Teristimewa kali ini saya datang bersama keluarga, isteri dan kedua anak saya. Saat kunjungan pertama pada awal tahun saya melihat berbagai atraksi dan permainan yang ada di Skytropolis cocok untuk keluarga dan berdoa jika datang lagi akan membawa mereka dan alhamdulillah doa-nya terkabulkan.

Kedatangan kami bertepatan dengan dibukanya untuk pertama kali atraksi “Train to Busan Horror House” di Skytropolis. Pembukaan venue ini juga bertepatan dengan menjelang Halloween yang jatuh pada setiap tanggal 31 Oktober. Jadi suasana spooky-nya sangat terasa.

Setelah check-in di First World Hotel yang mempunyai kamar sebanyak 7,351 ruangan dan sudah diakui oleh Guiness World Records sebagai the “Largest Hotel”, kami langsung menuju SkyAvenue untuk menuju kawasan Skytropolis dimana “Train to Busan Horror House” akan dibuka untuk pertamakalinya. Saat pintu utama dibuka, kita langsung disajikan suasana seperti berada di Korea Selatan dengan menampilkan berbagai toko dengan sajian khas-nya. Setelah memasuki area utama, diadakan seremoni acara pembukaan yang dihadiri oleh Roger Ong, Asisten Wakil Presiden bidang Hiburan & Acara dari Resorts World Genting bersama dengan Jzune Wong, Manajer Pengembangan Bisnis dari AirAsia dan Jed Mok, Kepala Eksekutif VividThree, bersama-sama mereka memberikan peluncuran spektakuler rumah horor ini. Acara ini juga dihadiri oleh sekitar 200 media dan international influencer yang datang dari berbagai negara Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Filipina, Singapore) dan India.

Welcome to The World’s Largest Hotel

“Saya harap semua orang akan bersenang-senang,” kata Ong. “Kami tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menciptakan dan mereplikasi dunia film blockbuster Train To Busan. Ini benar-benar pengaturan yang unik dan kami berharap para tamu akan menyukai pengalaman ini. Rumah Horor ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus berinovasi dan secara konsisten memperkenalkan pengalaman baru dan unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia kecuali di Resorts World Genting. Kantor Kereta Api ke Busan sekarang terbuka. Saya punya tiket dan Anda juga. Silakan naik dan biarkan Resorts World Genting membawa Anda dalam perjalanan yang mendebarkan.”

Jed Mok ketika ditanyakan pengalaman horor tentang ide di balik pengalaman rumah horor, jawabannya adalah, “Kami bertanya pada diri sendiri: apa yang akan kami lakukan jika kami adalah salah satu dari orang Korea sehari-hari yang entah bagaimana terjebak dalam suatu zombie apocalypse? Apa yang akan terjadi jika kami membuat pilihan yang berbeda dalam skenario itu, dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh karakter film. Sangat menyenangkan untuk bertukar pikiran tentang apa yang bisa dilakukan dan bagaimana kita dapat memperluas alam semesta. Tapi itu juga merupakan tantangan besar, karena bekerja dengan IP yang sukses seperti Train to Busan adalah tugas yang menakutkan, paling tidak karena ada begitu banyak penggemar di seluruh dunia yang menyukai film ini. Saya percaya kami telah melakukan pekerjaan dengan baik dan mengalaminya sendiri! ”

Setelah sesi peluncuran secara resmi yang menghadirkan puluhan zombie secara live dengan penampilan yang menegangkan, kami diberi kesempatan untuk memasuki horror house yang begitu mencekam. Kami dipersilahkan masuk maksimal 5 orang untuk setiap sesi. Zona pertama yang kita masuki adalah TRAIN CRASH ESCAPE. Di tempat ini kita akan menemukan sebuah kereta yang yang sudah terjangkit zombie. Suasana begitu menegangkan, kadang suka ada zombie yang hidup dan mengejar kita.  Setelah rehat sejenak, selanjutnya kita masuk ke zona LOST IN DAEJEON. Di dalamnya suasana kota begitu kacau dan mencekam. Rasanya hanya kita saja yang belum terjangkit jadi zombie. Bahkan para petugas pun sudah terjangkit. Terakhir kita masuk zona SURVIVOR CAMP. Di tempat ini dengan menggunakan VR kita bisa menembaki para zombie yang menyerang.

Suasana Grand Opening yang mencekam dengan menghadirkan puluhan zombie.

Pokoknya suasana begitu tegang, mencekam dan melelahkan. Feel untuk nakut-nakutinnya dapet. Setelah selesai kita bisa kembali lagi ke bagian kota dengan suasana Korea dan dapat beristirahat sambil membeli cemilan-cemilan khas. Berikut ini cuplikan video saat suasana pembukaannya. Oya di bagian dalam setiap zona tidak boleh mengambil foto dan video ya.

 

Avengers : Damage Control

Selain “Train to Busan Horror House” atraksi yang baru dan banyak diminati adalah venue The VOID yang menyajikan tema terbary yaitu Avengers : Damage Control. The VOID menyajikan pengalaman menggunakan virtual reality sebagai alat utamanya. Namun bukan hanya VR biasa yang bisa kita dapatkan melalui gadget seperti biasa, tapi kita juga bisa merasakan seperti suasana panas, dingin, angin bahkan dapat mencium bau yang ada di dalam scene-nya.

New Avengers siap beraksi

Setiap permainan dibutuhkan 4 pemain. Kebetulan kita satu keluarga dengan dua anak jadi pas ya. Sebelum mulai kita dibriefing dalam sebuah ruangan. Lalu tampil dalam layar seorang wanita memberikan instruksi. Kalau kamu penggemar berat Avengers pasti bakal langsung mengenali karakter tersebut. Dia adalah Shuri dari kerajaan Wakanda, adik dari Black Panther. Dia-lah yang menciptakan baju baru dan teknologi terkini yang akan kita ujicoba. Bajunya kombinasi antara teknologi Wakanda dan Stark Technologies. Jadi bakalan canggih banget dong.

Setelah selesai brief, kita langsung diminta untuk memakai pakaian dan helm untuk permainan ini. Kita diberi semacam ransel yang beratnya sekitar 10 kg dan terhubung dengan helm dan kacamata VR. Kita berempat terhubung satu sama lain dan bisa saling mendengar. Setelah diberi tactical guide bagaimana cara menembak, dan bertahan, kita langsung memasuki area permainan.

Penutup helm sudah diturunkan. Suasana kemudian berubah menjadi seperti dalam sebuah film betulan. Kita berempat bisa saling melihat. Anak saya yang kecil usia 11 tahun juga terlihat menggunakan pakaian Avengers tapi versi anak-anak. Jadi real banget. Kita lalu memasuki sebuah ruangan dan bertemu dengan Dr. Stranger. Dia memberi arahan dan kita mulai mencoba ketahanan baju baru ini. Lalu belajar menembak hanya dengan memajukan tangan seperti layaknya Iron Man ketika menembak laser. Sedangkan untuk bertahan cukup majukan tangan dan menekuk siku persis seperti memegang tameng Captain America. Setelah sukses kita masuk ke dalam pertarungan sesungguhnya.

Tiba-tiba datanglah Ant Man dan pasangannya. Tidak lama tercium bau popcorn. Ya benar-benar bau popcorn seperti yang terlihat di depan mata karena si Ant Man membawa popcorn tersebut. Ternyata kita juga bisa jadi kecil seperti Ant Man. Teknologi Wakanda-Stark ini benar-benar canggih. Lalu kita dihadapkan dengan musuh yang sesungguhnya. Dengan gaya seperti Iron Man kita bisa langsung menembaki musuh yang datang dari berbagai penjuru. Sedangkan untuk bertahan, langsung bergaya seperti Captain America. Anak saya yang bungsu yang merupakan fans berat Avengers begitu antusias memberikan instruksi di mana musuh berada. Hingga datang musuh yang begitu besar. Kita semua hampir di terkamnya hingga diselamatkan oleh…..Spiderman yang tiba-tiba datang menyelamatkan kita semua. Lalu kita berlari menuju pesawat dan memasuki kokpit-nya. Kita lalu menerbangkan pesawat untuk mengejar musuh. Udara terasa panas karena dekat mesin pesawat dan ketika naik angin pun terasa karena pesawat mulai bergerak. Jadi benar-benar terasa seperti nyata karena kita bisa merasakan panas, angin dan aroma sekitar.

Kita bertemu kembali dengan musuh yang lebih ganas. Kemudian datanglah berbagai bantuan dari para Avengers. Lalu datanglah Hulk kita semua langsung berteriak horeee. Kemudia Thor dengan palu godamnya dan terakhir….-ups. Gak usah dibahas terlalu banyak ya, takut spoiler. Biar kalian sendiri yang merasakannya. Pokoknya seru banget. Anak saya aja sampe seneng banget. Kita seperti ikut bermain dalam film Avengers dan menjadi superhero. Tontonan wajib jika kalian sudah sampai di Resorts World Genting.

Kedua atraksi tersebut yaitu “Train to Busan Horror House” dan “Avengers : Damage Control” merupakan atraksi andalan baru yang ada di SkyTropolis – SkyAvenue. Selain itu masih banyak atraksi yang tidak kalah menarik dibanding keduanya. Kita juga sempat mencoba musium “Ripley’s : Believe It or Not” yang menampilkan keunikan-keunikan dari berbagai penjuru dunia. Anak-anak sangat suka dan ikut berinteraksi di dalamnya. Hampir satu jam kita menghabiskan waktu di dalamnya.

Si bungsu jadi raksasa lebih besar dari kakaknya. Hanya di Believe It or Not.

 

 

 

 

 

 

 

Selain itu anak saya yang sulung ikut mencoba Zipline, flying fox di dalam mall yang melewati area SkyTropolis. Kita semua hampir memcoba semua atraksi yang ada di SkyTropolis. Tapi saya seringnya kebagian bagian dokumentasi aja, karena rata-rata menguji adrenalin. Terakhir kita mencoba naik kuda-kudaan aja bersama dengan blogger dari Thailand. Berikut cuplikan video keseruannya.

 

Uji adrenalin di SkyTropolis

Selain ikut kita bisa naik gondola Awana SkyWay untuk melihat sekitar kawasan Genting. Supaya lebih sensasional, cobalah gondola yang glass floor, walau dengan harga yang tarifnya dua kali lipat, tapi kita dapat menyaksikan sensasi berdiri di “negeri di atas awan”. Jangan lupa mampir di Chin Swee Caves Temple yang lokasinya berada di tengah-tengah kawasan Genting. Hanya dua stasiun dari SkyAvenue.

Chin Swee Caves Temple yang berkabut

Saat ini kawasan Resorts World Genting masih terus menambah atraksi-atraksi yang menarik, termasuk arena permainan yang berada di outdoor. Saat ini masih dalam tahap finishing. Kita tunggu sampai selesai ya, rasanya tidak sabar untuk segera kembali ke sana.

Sampai jumpa di trip berikutnya ya bersama Travel Blogger Family from Indonesia. Daaah!!!

Berburu Kuliner Legendaris di Kota Medan

Seneng banget ketika kita ditugaskan oleh kantor ke satu kota yang banyak kulinernya. Kali ini saya akan berkunjung ke Kota Medan, yang mempunyai banyak kuliner yang legendaris. Hal pertama yang dilakukan setelah pesan tiket via aplikasi pegipegi adalah booking hotel di Medan yang saya pesan juga via pegipegi. Biasanya sih kalau mau pegipegi (pergi-pergi maksudnya) saya langsung pesan sekaligus sih, tiket dan hotel-nya sekalian. Biar praktis.

Saya menginap di Hotel Grand Aston City Hall. Dulunya hotel ini bagian depannya adalah Kantor Walikota sejak jaman Belanda. Jadi termasuk cagar budaya juga. Sengaja saya pilih hotel tersebut karena lokasinya berada di tengah kota dan persis di depan Merdeka Walk yang merupakan lokasi kuliner terlengkap di Kota Medan.

 

View this post on Instagram

 

Good morning from @grandastoncityhallmedan

A post shared by Harris Maulana (@harrismaul) on

Sore-sore setelah check-in enaknya makan yang ringan-ringan aja dulu ya. Pilihaannya adalah Mie Ayam Akong & Acim yang lokasinya berada di perempatan Jalan Perniagaan Medan Barat. Walaupun pemiliknya seorang tionghoa namun mereka menjamin makanannya halal. Tempatnya sih biasa aja, seperti kedai makanan biasa pada umumnya. Tapi ketika menyantap mie ayam-nya. Luar biasa enaknya. Bumbunya kaya dengan rempah khas. Pantesan tempat ini bertahan hingga puluhan tahun. Pemiliknya sangat sederhana dan mereka tidak membuka cabang di mana pun. Jangan lupa pesan minuman legendaris Cap Badak sebagai penutupnya. Cap Badak ini semacam minuman soda yang sudah diproduksi sejak puluhan tahun lalu. Hingga kini pabriknya masih ada di Pematangsiantar.

Seporsi mie ayam plus minuman Cap Badak rasanya masih kurang nendang sore itu. Akhirnya kami memutuskan untuk makan desert Durian Ucok yang punya tagline, Belum ke Medan kalau tidak ke Durian Ucok. Setelah icip-icip 4 buah durian manis dan manis pahit, akhirnya kita kembali ke hotel dengan perut kenyang. Tidak lupa, kami pesan juga durian yang dipacking untuk dibawa pulang ke Jakarta lusa sebagai oleh-oleh.

 

 

Esok paginya saat breakfast di hotel sengaja saya ambil makanan khas yaitu Lontong Kari dengan aneka topping yaitu teri kacang, abon sapi dan tauco serta kerupuk merah. Rasanya pengen nambah lagi kalo gak inget ada meeting mulai jam 9 pagi ini.

Sengaja makan siang standar agak dikit, biar bisa diisi lagi sama kuliner khas lainnya. Kali ini kita mau jajan es krim di Restoran Tip Top yang sudah berdiri sejak tahun 1938 jaman penjajahan Belanda. Ternyata dulu meneer-meneer Belanda suka kongkow  ngopi-ngopi dan icip-icip es krim sama noni-noni.

Rekomendasinya kue dan es krim. Dan saya pesan keduanya. Cara masaknya yang masih menggunakan kayu bakar dipertahankan sampai sekarang. Selanjutnya pesen kopi susu Sidikalang. Kopi jenis arabica ini awalnya agak pahit. Tapi lama-lama ada manisnya juga. Setelah hampir habis ternyata bagian dasarnya ada susu kentalnya. Ternyata kopinya belum diaduk saudara-saudara.

Sebelum balik ke hotel, kita sempetin beli oleh-oleh yang biasa kita dapet kalo ada temen ke Medan seperti Bolu Meranti dan Risol Gogo. Tak kuasa menahan hasrat, satu bolu dibongkar untuk makan on the spot. Bolu Meranti Topping Keju emang juara guys.

Malamnya kami berburu kuliner lagi. Sasaran kami berikutnya adalah Restoran Garuda. Padahal di Jakarta juga ada lho restoran yang memiliki khas masakan Padang ini. Tapi beda mas, kata teman meyakinkan. Baiklah dan ternyata benar. Kepala kakapnya lezat banget. Saya aja sampai nambah nasi, satu hal yang jarang biasa saya lakukan kecuali kalo lagi laper banget atau makanannya enak banget.

 

View this post on Instagram

 

Mari makan apa. #kuliner #Medan

A post shared by Harris Maulana (@harrismaul) on

Melepas malam terakhir di Medan, kami tutup dengan makan kerang segar di pinggir jalan. Minuman khas teh tarik dingin jadi asupan terakhir yang kami santap malam itu. Puas banget selama 2 hari ini bisa explore kuliner legendaris di Kota Medan. Semoga suatu saat bisa kembali lagi ke sini dan berburu kuliner lainnya.

3D2N Explore Resorts World Genting Malaysia (Day 3)

Mengawali hari ke-3 kita langsung jadwalkan untuk naik Awana SkyWay yang merupakan icon dari Genting Highlands. Ibaratnya rasanya kurang afdol jika ke Genting tapi tidak naik kereta gantung ini. Jam 08.00 kita sudah siap-siap menuju SkyAvenue yang merupakan terminal dari SkyWay ini. Sengaja kami menentukan waktu trip pagi hari dengan pertimbangan beberapa hal. Jika dilakukan pada sabtu sore kemarin suasana terminal sangat padat. Banyak pengunjung dari KL atau kota lain yang datang untuk menaiki wahana ini. Selain itu, saat sore hari menjelang malam, suasana bukit kadang diselimuti oleh awan dan kabut, sehingga pemandangan tidak dapat dilihat secara keseluruhan. Jadi waktu yang tepat adalah pagi hari, pertama cuaca akan bagus, pemandangan juga akan cerah karena matahari baru naik dan suasananya juga tenang karena tidak banyak pengunjung yang datang.

Kami menggunakan Awana SkyWay yang glass floor. Sesuai dengan namanya, bagian bawah alias dek pijakan kaki terbuat dari kaca sehingga kita bisa langsung melihat pemandangan bagian bawah, samping, dan atas. Hampir semua view dapat dilihat dengan jelas. Dengan mengeluarkan biaya sebesar 30 Ringgit (sekitar Rp100 ribu) kita sudah bisa menggunakannya dengan trip pp alias pulang pergi.

Namun agak ngeri-ngeri sedap juga ya dengan glass floor, ngeri takut gimanaa gitu. Tapi tenang aja karena semua sudah safety sesuai dengan prosedur keselamatan. Awalnya kita dapat melihat semua bangunan yang ada di kawasan Genting Highlands, lalu kita dapat melihat hotel yang kita inapi, ada beberapa venue outdoor namun belum selesai masih dalam tahap pembangunan. Lalu melewati stasiun, kemudian kita dapat melihat pemandangan luas dengan hutan hujan yang berusia lebih dari 100 tahun.


Hanya perlu sekitar 10 menit untuk sampai di Stasiun Awana yang merupakan stasiun awal. Setelah berkeliling sejenak, kami kembali naik SkyWay untuk kembali ke atas. Namun, di tengah perjalanan, kami berhenti terlebih dahulu di Stasiun Chin Swee untuk melihat Chin Swee Caves Temple. Tapi tiketnya jangan hilang ya, karena akan digunakan untuk naik lagi ke stasiun SkyAvenue.

Di Chin Swee Caves Temple kita bisa keliling-keliling melihat kawasan kuil dengan bangunan utama pagoda sembilan lantai dan patung Buddha setinggi 15 meter. Jangan coba-coba untuk menaiki kuilnya karena pegel juga sih naik sembilan lantai. Kita duduk-duduk di pelataran dan melihat pemandangan dengan view pagoda saja sudah puas. Kita juga bisa memberi makan burung merpati yang berkeliaran namun jinak. Tanpa terasa, satu jam kita habiskan waktu di tempat ini. Kami harus segera kembali ke hotel karena harus check-out dan kembali ke Jakarta.

Tidak terasa selama 3 hari 2 malam kita sudah explore kawasan Genting Highlands baik di kawasan SkyAvenue maupun kawasan lainnya. Banyak sekali wahana atau destinasi yang layak dikunjungi, baik yang bertema adventure menguji adrenalin, maupun destinasi budaya dan sejarah seperti kuil Chin Swee. Selain itu kita juga dapat mencicipi aneka kuliner baik yang local seperti nasi lemak maupun yang berasal dari manca negara, semua tersaji di area resto kawasan SkyAvenue.

Sampai jumpe lagi, Genting. Berikut ini adalah video singkat ringkasan selama 3 hari explore Resort World Genting. Jangan lupa subscribe yaaa.

Simak juga cerita seru teman2 travelmate : Marischka Prudence, Wira Nurmansyah, Sefiin,  Farchan, dan Yuki Anggia.

 

3D2N Explore Resorts World Genting Malaysia (Day 2)

Hari kedua diawali dengan breakfast makanan khas nasi lemak di Eatopia Café yang lokasinya berada di lobby hotel sebelahan dengan resepsionis. Di sini saya menemukan satu keunikan, ketika memesan minuman, pilihan saya jatuh pada minuman favorit saya selama ini yaitu Nescafe kaleng namun yang unik adalah jenis rasanya yang belum pernah saya temukan selama ini yaitu Teh Tarik yang merupakan minuman khas daerah melayu.

Selanjutnya kita masih eksplor kawasan SkyAvenue. Kali ini kita akan menjajal wahana-wahana yang tersebar di berbagai lantai. Pertama yang kita coba adalah Zombie Outbreak, semacam rumah hantu kalau di sini. Seru juga sih, yang cewek pada teriak-teriak karena ketakutan dan kaget. Paling serem ada suasana di alam kubur. Hiy serem banget deh jadi pengen tobat.

Setelah itu kita nyobain Eagle Landing Zip Lane, sebuah atraksi seperti flying fox tapi diadakah di dalam mall. Gokil gak tuh. Tadinya sih pengen skip karena ngeri banget, dibawahnya tuh arena permainan Skytropolis yang kita ubek-ubek kemarin. Namun karena temen yang lain pada naik, ya udah deh dengan mengucap bismillah akhirnya nyoba juga. Karena ini once in a lifetime, saya pengen videoin juga dan ternyata bisa. Kita dikasih sarung wadah smartphone transparan dan tali yang diikatkan dengan tangan. Dengan demikian kita bisa rekam saat meluncur namun smartphone tetap aman sentosa. Alhamdulillah berhasil dengan selamat sampe tujuan akhir, walau di tengah perjalanan ngeri juga saat kabel seolah-olah akan putus, sehingga tiba-tiba tubuh seakan-akan mau jatuh. Kalau kalian menghadapi seperti ini tenang aja, itu bagian dari skenario biar bikin tambah seru.

Setelah tegang-tegangan, biar agak rileks kita masuk ke wahana Jurrasic Research Center. Di tempat ini kita bisa lihat berbagai jenis gajah dari mulai yang paling kecil sampai raksasa. Dari pemakan tumbuh-tumbuhan sampai predator. Dari yang jinak sampai yang ganas. Pokoknya semua ada. Eh kok gajah sih. Maksudnya dinosaurus. Sori typo. Semuanya bisa bergerak, bersuara, berjalan sampai bisa diwawancara. Pokoknya persis dalam film Jurrasic Park. Paling seru saat bagian terakhir. Kirain udah selesai, ternyata ada satu dino yang ngamuk, sehingga seolah-olah suasana jadi kacau. Lalu pintu ditutup supaya mereka gak pada kabur. Seru deh bisa dilihat dalam video berikut.

 

Abis ketemu dino, kita lanjut mengunjungi Museum Believe It or Not! Odditorium. Pada bagian depan kita ketemu dengan patung Ripley yang sudah RIP sebagai founder dari museum ini. Gokil juga ya dia cari-cari yang aneh-aneh dari seluruh penjuru dunia. Pokoknya apa yang kita temui pasti gak akan bikin lo percaya. Tapi ini nyata. Makanya dulu jaman TVRI ada acara ini tapi namanya diganti jadi Aneh Tapi Nyata. Ketauan umur deh.

Setelah mencoba berbagai wahana yang menguji adrenalin, akhirnya kita bisa sedikit rileks juga karena berikutnya kita akan nonton film Alita di Bona IMAX 4D. Tapi wait. Ternyata bioskopnya ini tidak biasa. Eksklusif banget. Kursinya gede-gede dan satu sama lain terpisahkan. Kalo kata Farchan gak cocok buat yang pacaran. Terus bagian kaki dan punggung bisa dinaikturunkan. Kayak kursi pijat gitu. Dan yang paling keren adalah…. Kursinya bisa mengikuti alur cerita film. Jadi kalo si Alita dipukul, kursinya jadi ikut gerak. Naik motor selap selip, kursinya juga jadi ikut geter. Duh yang tadinya mau sedikit rileks jadi ikutan tegang.

Tanpa terasa, berbagai wahana dan permainan sudah kita coba. Kali ini giliran kulineran yang harus dicoba. Soalnya udah lapar juga sih. Kita makan siang di Medan Selera. Iya Medan-nya Indonesia. Keren ya jadi nama resto. Selain masakan Indonesia ada juga masakah melayu. Temen-temen pada pesen aneka mie. Mereka saling icip mencicip. Sementara saya pesen makanan Eropa yaitu steak. Terus makanan Indonesia-nya mana? Skip dulu deh, nanti balik ke Indonesia makan itu lagi hehe. Dan minumannya, lagi-lagi saya ambil Nescafe Tarik.

Sempet mampir juga di Museum 4D. Kita bisa foto ala-ala 4 dimensi. Tips kalo ke tempat ini harus ada temennya. Ya buat motion, kalo sendirian kan gak ada yang foto. Kecuali bawa tripod. Tapi ribet banget ya bawa-bawa tripod. Salah satu contoh fotonya dapat dilihat di cover konten ini.

Setelah itu kita sempet ngubek-ngubek SkyAvenue sampe gempor. Sempet mampir dulu di dal.comm Coffee yang katanya sering nongol di film-film drakor. Tanpa terasa udah waktunya dinner lagi. Kali ini kita nyobain Motorino yang menyajikan pizza bakar. Lengkap dengan tungku pembakarannya yang bisa diliat secara langsung. Dan saat lagi enak-enaknya makan, tiba-tiba ada rombongan pikachu lewat. Minggu ini memang lagi ada Pokemon Festival. Buat yang suka hunting Pokemon pasti seru banget deh.

Waktu sudah menunjukkan jam 21.00. Belum ada tanda-tanda mau balik ke hotel. Kita lanjut lagi nyanyi-nyanyi di Red Tail Karaoke. Jangan sedih, lagu-lagunya lengkap termasuk lagu dari penyanyi atau band Indonesia. Tanpa terasa 2 jam sudah kita habiskan buat karaoke. Waktunya balik hotel? Belum. Masih ada satu lagi yang harus didatengin yaitu Zouk. Semacam tempat buat jebajeb. Tarik mang!!!