Category: Social Media

Memanfaatkan Sosial Media Untuk Keadilan Hukum

Fenomena memanfaatkan sosial media untuk menempuh keadilan hukum nampaknya cukup ampuh di Indonesia. Masih ingat dalam ingatan kita saat para pengguna Facebook ramai-ramai mendukung pembebasan Chandra-Bibit yang ditahan pihak kepolisian karena dituduh menerima suap kasus korupsi. Tidak kurang dari 1 juta facebookers yang mendukung gerakan ini dan akhirnya pihak kepolisian “menyerah” dan membebaskan kedua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Kasus lain yang cukup menarik adalah kasus Priya Mulyasari yang di penjara karena lewat blog nya mengkritik pelayanan Rumah Sakit Omni International yang dinilainya melakukan mal praktek. Bahkan untuk kasus ini pengadilan sudah memutuskan bersalah dan Prita di penjara serta harus membayar sejumlah denda. Kasus ini diangkat oleh sejumlah penggiat sosial media dan di publish di facebook, twitter, blog, milis dan menghasilkan empati yang cukup luas dari masyarakat dengan gerakan Koin Untuk Prita. Gerakan ini mengumpulkan sejumlah koin atau uang recehan untuk menebus Prita agar segera dibebaskan dari penjara. Tidak kurang dari Rp 1 Milyar uang yang terkumpul lewat gerakan ini. Dan akhirnya atas nama kemanusiaan, karena Prita sedang hamil dan memiliki anak yang masih kecil, pihak pengadilan membebaskan dari penjara namun kasusnya masih terus berjalan.

Kasus yang terakhir dan masih hangat adalah di tangkapnya Dian dan Randy yang menjual  iPAD  tanpa ada petunjuk buku manual. Sialnya saat mereka menjual barang tersebut pembelinya adalah seorang polisi dan keduanya langsung ditangkap. Saat berita ini di expose media massa keduanya mendapat dukungan dari masyarakat, hanya karena tanpa buku manual bisa di penjara berhari-hari. Selain itu kasus ini juga dianggap mengada-ngada, sepertinya polisi tidak ada kerjaan mengungkap kasus seperti ini, masih banyak para koruptor berkeliaran di luar sana, masih banyak para pembunuh yang belum ditangkap. Saat sidang akhirnya keduanya di vonis bebas, karena pertimbangannya adalah buku manual itu tidak harus berupa buku, bisa juga dalam bentuk PDF yang bisa di baca layaknya sebuah buku. Bayangkan berapa juta pohon yang di selamatkan karena buku manual iPAD hanya dalam bentuk CD (Compact Disc). Itulah kejeniusan seorang Steve Jobs (alm. Pendiri Apple), begitu ungkap Dian dalam sebuah wawancara di televisi beberapa waktu lalu.

Kasus-kasus di atas adalah contoh ketika seseorang mendapat ketidakadilan dalam hukum, rakyat selalu mendukung pihak yang lemah. Menegakkan keadilan kini bisa dilakukan lewat sosial media, tidak perlu demonstrasi besar-besaran dengan menggalang massa yang kadang malah mendapat cibiran dari para pengguna jalan karena dianggap menjadi biang kemacetan. Ada pula yang mengatakan mereka adalah para pendemo bayaran. Namun jika suatu kasus kita angkat lewat sosial media, selama kita berada di pihak yang benar, selama kita berada di wilayah yang teraniaya, niscaya rakyat akan berada di belakang kita. Mereka akan mendukung karena selama ini mereka pun kadang mendapat ketidak adilan dalam masalah hukum.

Kini sudah banyak para pejabat atau para penegak hukum yang memiliki account facebook atau twitter. Saya salut dengan keberanian mereka membuka account untuk publik. Mereka siap dicibir, siap dicela dan dihujat jika berbuat salah. Sebut saja Bapak Tifatul Sembiring Menteri Komunikasi dan Informasi yang mempunyai akun twitter @tifsembiring. Beberapa kali di hujat lewat akun twitter-nya berkaitan dengan pernyataannya yang kadang kontroversial seperti misalnya saat kebijakannya akan melakukan pemblokiran terhadap blackberry karena tidak kunjung membuat data center di Indonesia.

Jadi jika anda mendapat sebuah ketidakadilan hukum, lempar saja melalui sosial media, jika anda berada di pihak yang benar pasti akan di dukung oleh masyarakat luas.

Mengapa 22 Desember Diperingati Hari Ibu?

Sejak pagi tadi linimasa di twitter sudah ramai dengan topik hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Banyak yang mengucapkan selamat, mengenang masa kecil yang indah bersama ibu tercinta, berpuisi bahkan ada yang menyelipkan potongan-potongan lagu tentang ibu. Termasuk saya pun terhanyut didalamnya. Tapi tahukan kita mengapa tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu di Indonesia?

Presiden Soekarno melalui dekrit presiden nomor 316 tahun 1959 menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu karena tanggal itu merupakan waktu pertama kalinya diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang diselenggarakan di Jogjakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Peristiwa ini dikenang sebagai tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Pada tanggal tersebut berbagai pemimpin dari organisasi perempuan di seluruh Indonesia berkumpul untuk bersatu dan berjuang untuk kemerdekaan serta perbaikan nasib kaum perempuan. Pada saat itu isu yang berkembang adalah pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan penjajahan sampai pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan. Pemikiran ini jauh sebelum kemerdekaan dan jauh dari pemikiran kesetaraan gender dan feminisme yang berkembang akhir-akhir ini.

Kini, tanggal tersebut diperingati sebagai hari ibu dengan pemahaman seperti hari “mother’s day” di dunia barat, yang lebih ditujukan untuk mengenang seorang ibu yang sudah melahirkan kita, membesarkan dengan segala kasih sayang yang tidak terbatas. Tidak ada yang salah namun pemahaman 22 Desember sebagai hari ibu sudah mengalami deviasi.

Puja-puji terhadap ibu tidak cukup diapresiasikan dalam satu hari. Cintanya dan kasih sayangnya tidak bisa dibalas sampai kapanpun. Cinta ibu adalah Cinta Sejati! Dan bagi saya sosok ibu ada tersimpan dalam hati, setiap hari, sepanjang hayat masih dikandung badan.

Dan hari ibu versi saya adalah tanggal 22 Desember sampai 21 Desember! *love you mom*

20-12-2012 : Launching Day “Harrismaul.com”

2012-1

Salah satu resolusi pribadi di tahun 2012 adalah memiliki sebuah website dotcom yang berbayar. Sejak 08-08-2008 rasanya sudah cukup merasakan sebuah website gratisan dan sudah banyak manfaat yang saya dapatkan. Terima kasih untuk blogspot. Namun seiring berjalannya waktu kini saatnya “move on” ke sebuah website berbayar. Seperti yang diungkapkan oleh seorang motivator, jangan terlalu lama di zona nyaman, saatnya mencoba hal-hal yang baru. Siapa tahu ditempat baru kita menemukan sesuatu yang lebih nyaman.

Adapun isi dari website ini tidak terlepas dari kegiatan keseharian saya, ada 3 hal yang menjadi konsentrasi penulisan yaitu social media, traveling dan review.

Mengapa social media? karena keseharian saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan komunikasi dan memegang desk social media dan digital. Selain itu saat ini social media juga sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi rasanya wajib membahas social media di website ini.

Mengapa traveling? karena salah satu hobi saya adalah mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, khususnya tempat wisata (rasanya semua orang juga begitu ya). Bukan kebetulan saya sering melakukan perjalanan ke beberapa tempat baik dari perjalanan dinas atau pun perjalanan pribadi (kebanyakan sih atas biaya dinas) dan rasanya sayang sekali jika tidak diabadikan dan dishare melalui website ini.

Mengapa review? karena – sebagai blogger- saya cukup sering mendapat job review dari berbagai produk seperti otomotif, teknologi, buku, film dan lain-lain, jadi rasanya wajib mencantumkan kategori ini.

Itulah alasan mengapa ketiga hal diatas yang menjadi konsentrasi penulisan, semoga dengan diluncurkannya website ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Selamat membaca!

 

Bogor, 20-12-2012 20:12

Salam,

@harrismaul

Kiat Menulis Berita di Media Sosial

Sebagai blogger kita sering diundang untuk menghadiri suatu acara. Baik launching produk, pengenalan produk baru atau mengikuti seminar. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan apresiasi kepada yang mengundang sebagai blogger tentu saja kita harus melaporkan kegiatan tersebut dengan menuliskannya di dalam blog kita. Nah bagaimana cara yang paling efektif dan efisien untuk melaporkan kegiatan acara tersebut. Tinggalkan cara lama dengan mencatat di notes dengan alat tulis. Kini di era sosial media kita bisa memanfaatkan untuk membuat reportase.

Biasanya saya menggunakan twitter untuk membuat suatu reportase. Untuk memudahkan gunakan hashtag tertentu, misalnya #BlogShop. Ada beberapa keuntungan dengan menggunakan twitter ini :

1. Memudahkan saat kita akan menyalin menjadi postingan blog.

2. Memberikan informasi kepada followers tentang event yang sedang kita ikuti, jika followers merasa informasi tersebut bermanfaat tentu dia akan meretweet kicauan kita dan tidak menutup kemungkinan menambah follower. Saya mengalami hal tersebut, setiap selesai melakukan live tweet reportase selalu ada tambahan followers

3. Kadang yang punya acara mengadakan lomba live tweet untuk meramaikan acara di dunia online, kadang mereka menyediakan hadiah gadget yang lumayan, tidak menutup kemungkinan kita akan menang jika kicauan yang kita tulis bermanfaat, anggap saja bonus kalau menang. Beberapa kali saya berhasil memenangkan live tweet tersebut.

Nah, jika sudah selesai acara, saat kita senggang kita tinggal menyalinnya ke dalam blog kita. Tentu dengan penambahan -penambahan tertentu supaya tidak baku dan kaku. Saya sih biasanya posting di blog malam harinya supaya apa yang terjadi masih ingat. Dan tentu akan menjadi berita yang segar jika diposting semakin cepat. Jadi dalam hal ini kita harus berfikir seperti seorang jurnalis. Jika kita malas dan menunda postingan sampai beberapa hari tentu beritanya akan menjadi basi.

Hal ini berlaku juga jika kita melakukan suatu trip atau perjalanan. Akan terasa indah jika diselingi dengan foto-foto lokasi yang unik, jika menggunakan android bisa melakukan posting via instagram akan terlihat lebih indah dari aslinya dan membuat orang yang melihat cukup tergiur 🙂

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan reportase langsung atau live tweet ini. Jika menggunakan smarphone tentu saja baterai harus full, kalau perlu bawa cadangan baterai. Jika tidak ada kita harus bawa charge dan tidak jauh-jauh dari colokan listrik. Bisa juga dengan membawa charger mobile atau power bank. Agar lebih cepat dan lincah melakukan tweet gunakan smarphone yang menggunakan real tombol qwerty. Jangan menggunakan smarphone dengan layar sentuh karena sering typo (berdasarkan pengalaman pribadi).

Jika menggunakan notebook untuk jaringan internet lebih baik menggunakan modem sendiri, jangan menggunakan wifi yang tersedia, karena pasti akan rebutan dengan peserta lain dan pasti akan rebutan bandwith dan terjadi hang. Jika hal demikian terjadi tentu kita akan mati gaya bukan?

Itulah beberapa tips yang bisa digunakan saat live report via twitter, semoga bermanfaat 🙂

Tulisan ini pernah dimuat di Harian Kompas 7 November 2012