Category: Social Media

INA 4.0 Hasilkan 1.600 Developer Dengan Karya yang Aplikatif

Samsung Electronics lndonesia, pemimpin pasar ponsel di dunia dan lndonesia, mengumumkan 16 pemenang Indonesia Next Apps 4.0 (INA 4.0) yang berhasil menjawab tantangan dari empat kategori yaitu Samsung SDK (Software Development Kit), Gear VR, Tizen untuk smartphone, dan Tizen untuk wearable, ditambah Iagi tantangan yang diberikan partner INA sebagai pelaku dari industri perbankan, properti, tata kota, dan jasa publik. INA adalah kompetisi nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Samsung Electronics Indonesia untuk meningkatkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi melalui pembuatan aplikasi lokal. Tujuan yang dibangun sejak awal penyelenggaraan INA adalah untuk merangkul dan mewadahi para developer aplikasi di Indonesia agar dapat menjadi sumber daya industri ICT yang mumpuni dan bermanfaat untuk kebutuhan pasar dan industri lokal. Dengan periode kompetisi yang dibuka sejak 25 Juli sampai dengan 18 September 2017, INA 4.0 berhasil menarik keikutsertaan lebih dari 1.600 developer dari seluruh indonesia.

“Indonesia Next Apps 4.0 adalah salah satu wujud komitmen kami dalam meningkatkan kompetensi anak muda lndonesia dalam membuat lokal konten atau aplikasi yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat dan industri indonesia. Oleh karena itu, pada INA keempat ini, kami mengajak partner dari beragam industri, yaitu BRI, Sinarmas Land, Jakarta Smart City, dan Angkasa Pura II, untuk memberikan tantangan bagi para developer lokal mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri para partner INA 4.0. Dalam kompetisi ini, tim Samsung selalu bersemangat membagi ilmu dan menuntun para developer muda melalui rangkaian workshop yang diadakan di 8 kota, sejak bulan Juli 2017,” jelas KangHyun Lee, Corporate Affair Vice President Samsung Electronics lndonesia.

“Dari 1.600 developer yang telah mengirimkan proposal yang menjelaskan aplikasinya, tersaring 20 finalis yang diuji oleh para juri pada hari ini. Kami ucapkan selamat kepada para pemenang, dan berharap kemenangan ini menjadi motivasi mereka untuk terus menyempurnakan ilmu dan karyanya. Kami selalu siap untuk membimbing developer lndonesia agar nantinya menjadi developer unggul dan menciptakan aplikasi yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat indonesia, bahkan dunia, ” lanjut Lee.

Sebagaimana sejak awal penyelenggaraan INA empat tahun yang lalu, Samsung kembali bekerja sama dengan Daily Social, sebuah portal berita teknologi, yang turut berperan dalam penjurian, workshop, codenight (diskusi teknis), hingga manajemen acara. Selain itu, Samsung juga melakukan kerja sama dengan Dicoding.com yang mendukung penyampaian materi workshop dan codenight yang dilakukan secara roadshow di delapan kota di indonesia, yaitu Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Acara puncak yang juga di hadiri oleh Menkominfo Rudiantara dan Kepala Bekraf Triawan Munaf juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Dalam sambutannya Rudiantara memaparkan bahwa saat ini sektor ekonomi Indonesia mulai beralih dari ekonomi berbasis komoditas menjadi ekonomi berbasis service atau pelayanan. Dengan demikian event ini sangat mendukung sektor tersebut. Sedangkan Triawan Munaf mengatakan bahwa sektor aplikasi & games merupakan sub sektor unggulan industri kreatif.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif

INA 4.0 hadir dengan empat kategori dari Samsung dan satu kategori “Tantangan industri yang didukung empat entitas besar dari industri yang berbeda. Samsung merangkul developer lokal untuk berinovasi pada empat platform utama: Samsung SDK (Software Development Kit), Titan Wearable, Tizen Smartphone, dan Gear VR. Peserta empat kategori ini memperebutkan total hadiah lebih dari Rp 600 juta untuk dibagikan kepada tiga juara di tiap kategori. Tidak hanya diberi tantangan di lingkup platform teknologi Samsung saja, para developer juga ditantang untuk mengembangkan solusi bagi permasalahan di industri lewat Tantangan industri, yang mencakup industri perbankan, properti, tata kota, dan iasa publik. Dalam Tantangan industri, Samsung bekerja sama dan merangkul para pemimpin di industri lndonesia, yaitu Bai, Sinarmas Land, Jakarta Smart City, Angkasa Pura II, serta bekerja sama juga dengan lBM sebagai partner dalam cloud platform. Kategori Tantangan industri akan memberikan pemenang tiap kategori dengan hadiah beserta dukungan pengembangan dan pemasaran aplikasi senilai total Rp 50 juta, serta hadiah tambahan dari lBM untuk pemenang yang menggunakan Platform Cloud IBM Bluemix.

Samsung mengajak beberapa partner yang merupakan bagian dari industri yang menghadapi tantangan teknologi untuk mengembangkan produk dan jasanya, serta memaksimalkan interaksi dengan stakeholdernya. Kolaborasi yang dilakukan dengan keempat partner ini dalam rangka mengakomodasi kebutuhan industri dalam menyerap developer dari dalam negeri yang berkapasitas global yang tidak hanya memahami tren, namun juga memberikan solusi.

Dalam INA 4.0, tiap peserta berhak mendaftarkan satu aplikasi atau lebih untuk setiap kategori yang ada, dengan kelima finalis yang menampilkan aplikasi terbaik untuk keempat kategori melakukan presentasi pada acara puncak final INA 4.0. Proses penjurian ini dilakukan oleh beberapa nama dari sisi developer aplikasi, profesional, perwakilan dari Samsung, dan perwakilan dari partner industri. Adapun juri yang berasal dari sisi pengembang adalah Tommy Dian Pratama CTO Daily Social, Kevin Kurniawan ~ COO Dicoding, Narenda Wicaksono CEO Dicoding, dan Leontinus Alpha Edison -co-founder & COO Tokopedia. Sementara dari pihak profesional didapuk nama-nama sebagai berikut, Rama Mamuaya CEO Daily Social, Amir Karimudin Editor in Chief Daily Social, Nico Alyus CEO OmniVR, dan Hermawan Sutanto ~ Cofounder & CCO Bizzy. Juri perwakilan dari Samsung dan partner adalah Denny Galant, Head of Product Marketing iT & Mobile SElN, Alfred Boediman, Vice President Samsung R&D institute lndonesia (SHIN), Risman Adnan, Software R&D Director SH  dan Andreas W Djiwandono, Service innovation Director SRIN. Para juri menentukan nilai bagi peserta berdasarkan beberapa kriteria umum, seperti kesiapgunaan aplikasi, masalah yang bisa diselesaikan, fitur dan kegunaan aplikasi, konsep atau ide inovasi, serta kemudahan tampilan dan penggunaan, namun setiap kategori maupun sub-kategori juga memiliki syarat & ketentuan berbeda sesuai kebutuhan.

Untuk kategori Samsung SDK dan Gear VR, pemenang pertama di masing-masing kategori mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 50.000.000,-, pemenang kedua sebesar Rp. 25.000000,-, dan pemenang ketiga sebesar Rp. 15.000.000,-. Sementara untuk kategori ‘l’izen Smartphone dan ‘l’izen Wearable, pemenang pertama di masing-masing kategori mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 40.000.000,*, pemenang kedua sebesar Rp. 20.000.000,-, dan pemenang ketiga sebesar Rp. 10.000000 -. Dalam kategori Tantangan industri, pemenang tiap kategori industri mendapatkan hadiah beserta dukungan pengembangan dan pemasaran aplikasi senilai total Rp 50000000; serta hadiah tambahan dari IBM mtuk pemenang yang menggunakan Platform Cloud IBM Bluemix senilai Rp. 150.000.1300.

Berikut ini adalah nama-nama pemenang dari lima kategori lndonesia Next Apps 4.0:

1. Kategori Samsung SDK Challenge

Juara: 1 Nama Aplikasi : Mona

Developer : Arrival Sentosa dari DDT Indonesia Jakarta

Juara 2: Nama Aplikasi : Kato Developer : Sulistyanto Jakarta

Juara 3: Nama Aplikasi : Athlest Developer : lan Rahman Dana Depok

 

2. Gear VR Challenge

Juara 1 Nama Aplikasi : GoSimulator VR Developer : Iki Mazadi dari Gerobak Sodor interactive Semarang

Juara 2: Nama Aplikasi : Starship lnfiltration VR Developer : Lazuardi Ya’qub Affan dari Calcatz Studio Surabaya

Juara 3: Nama Aplikasi : Sky Battle Arena Developer : Widapraponco Sidoarjo

 

3. Tizen Smartphone Challenge

Juara 1 Nama Aplikasi : Crazy Cargo Developer : Rudy Sumarso dari Wisageni Jogjakarta

Juara 2: Nama Aplikasi ; Kitaria Heroes: Force Bender Developer : Yogie Aditya Jogjakarta

Juara 3: Nama Aplikasi :Retaxio Devaloper : Adi Nugroho dari Lonety Box Malang

 

4. Tizen Wearabh Challenge

Juara 1 : Rama Aplikasi : Fishing Go

Developer : Fn’da Uwi dari Studio Noobzma Jogiakarm

Juara 2: Nama Aplikasi : Snipe n Watch Devetoper : Gathot Fajar dari Creade Jogjakarta

Juara 3: Nama Aplikasi : Mucha Gun Developer : Riza! Saputra dari Noxtage Jogiakam

 

Juara Kategori Industry Challenge

Sub Kategori Perbankan dari BRI Nama Aplikasi : UKM Bersama BRI

Developer : Toyo Studio Bandung

Sub Kategori Pelayanan Publik dari “Angkasa Pura “ Nama Aplikasi : Skvpass

Developer : Puja Pramudya Bandung

Sub Kategori Tata Kota dari Jakarta Smart City Nama Aplikasi : vMuseum

Developer : Davis Ray Jakarta

Sub Kategori Properti dari PT Sinarmas Land Nama Aplikasi : City Point

Developer : Ade Rifaldi Bandung

Sedangkan untuk kategori Media and Blogger Award yaitu kategori favorit yang dipilih oleh media dan blogger jatuh pada aplikasi Dijamin Halal. Aplikasi ini dapat memperlihatkan produk atau restoran yang sudah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi sekarang tidak hanya foto makanan dulu sebelum makan ya, kita bisa cek dulu apakah makanan tersebut halal atau tidak. Dan saya pun sebagai salah satu pemilih kategori favorit tersebut terpilih menjadi 3 media yang beruntung mendapatkan hadiah.

Aplikasi Modalku Kini Hadir di Bandung dan Mendukung Pasar UMKM

Modalku, layanan FinTech (financial technology) peer-to-peer lending nomor satu di Indonesia, kembali menegaskan komitmen mereka terhadap wilayah Bandung. Modalku mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berpotensi di daerah Bandung melalui pinjaman modal usaha dengan proses aplikasi online singkat dan waktu persetujuan cepat. UKM peminjam dapat mendaftar untuk pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar dengan tenor hingga 24 bulan melalui website Modalku ataupun aplikasi mobile Modalku Dana Usaha.

Modalku telah hadir di Bandung sejak awal 2017. Selain Bandung, Modalku juga melayani daerah Jabodetabek dan Surabaya melalui kantor-kantor perwakilan resmi serta tim yang berdedikasi mendukung UKM setempat. Hingga saat ini, Modalku merupakan platform FinTech peer-to-peer lending nomor satu di kawasan Asia Tenggara dengan penyaluran pinjaman lebih dari Rp 500 miliar ke sekitar 650 pinjaman UKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Untuk Indonesia sendiri, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp 230 miliar ke sekitar 400 pinjaman UMKM. Sebagai tanda kepercayaan pemerintah dan publik, Modalku telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“UKM lokal memiliki peran signifikan bagi ekonomi Indonesia. Sangat penting untuk selalu meningkatkan daya saing dan kapasitasnya. Modalku hadir di Bandung untuk menjawab salah satu tantangan terbesar yang dihadapi UKM, yaitu kurangnya pendanaan. UKM di Bandung memiliki potensi yang sangat besar. Banyak produk lokal Bandung yang telah berhasil menembus pasar internasional. Kami harap kehadiran Modalku akan semakin meningkatkan performa UKM di Bandung dan sekitarnya,” ujar Iwan Kurniawan, Co-Founder dan COO
Modalku.

 

“Mengedepankan inovasi adalah salah satu misi utama bisnis kami dan tentunya kami ingin terus mengembangkan usaha kami sesuai dengan perkembangan zaman. Modalku telah membantu kami mewujudkannya melalui penyaluran dana usaha. Dengan pinjaman modal usaha dari Modalku, kami dapat lebih fokus pada pengembangan produk-produk kami dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Martin Abraham dari Morroco Hijab, salah satu peminjam dari Modalku.

Ahmad Soheh dari ASNH Store, seorang peminjam lainnya, menambahkan: “Begitu banyaknya
bisnis online saat ini membuat persaingan semakin kompetitif. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan akan modal usaha menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi. Bekerja sama dengan Modalku menjadi salah satu batu loncatan bisnis kami, di mana kami dapat lebih fokus mewujudkan visi dan misi perusahaan. Dan yang tak kalah penting, dengan pinjaman Modalku
kami semakin cakap mengelola risiko terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.”

Modalku menyediakan layanan peer-to-peer lending berbasis teknologi finansial, di mana UKM berpotensi dan pencari investasi alternatif dipertemukan lewat pasar digital. Dengan mendanai pinjaman yang dibutuhkan UKM Indonesia untuk berkembang, pemberi pinjaman mendapatkan alternatif investasi dengan tingkat pengembalian menarik.

Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia melalui nama Funding Societies dan menjadi satu-satunya perusahaan peer-to-peer lending dari Asia Tenggara yang masuk dalam Fintech 250, daftar perusahaan-perusahaan terbaik di dunia yang melakukan terobosan inovasi di bidang teknologi finansial.

Selain aplikasi mobile Modalku Dana Usaha, baru-baru ini Modalku meluncurkan app yang dinamakan Modalku bagi pemberi pinjaman. Aplikasi Modalku menawarkan berbagai kemudahan. Aktivitas alternatif investasi, mulai dari pendaftaran hingga pendanaan dapat dilakukan kapan saja melalui smartphone. Pemberi pinjaman yang telah terdaftar dapat langsung melakukan kegiatan investasi alternatif. Aplikasi Modalku memiliki fitur ‘Pendanaan Otomatis’, di mana pemberi pinjaman dapat mendanai pinjaman Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sesuai preferensi. Tingkat pengembalian, jangka pinjaman, dan alokasi per pinjaman dapat diatur sesuai keinginan.

“Melalui teknologi keuangan terkini dan makin banyaknya pemberi pinjaman di platform Modalku, kami harap industri UKM dapat tumbuh seiring dengan berkembangnya berbagai sektor industri di Indonesia. Sektor UKM yang kuat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Kurniawan.

 

Langkah Pencegahan Meluasnya Kehancuran Akibat Serangan Ransomware

Seiring dengan Ransomware WannaCry dan sejenisnya yang terus-menerus menyerang berbagai industri global, Fortinet, sebagai penyedia solusi keamanan siber terkemuka sangat menyarankan organisasi di APAC untuk segera mengambil langkah-langkah perlindungan terhadap Ransomware yang mematikan ini

“FortiGuard Labs milik Fortinet telah memonitor dan menganalisa ancaman secara terukur dari dua juta lebih sensor di seluruh dunia. WannaCry dan sejenisnya telah sangat merusak dengan kemampuan me-replikasinya. Ransomware ini dikenal dengan sejumlah nama termasuk WCry, WannaCry, WanaCrypt0r, WannaCrypt, atau Wana Decrypt0r.  Disebarkan melalui ekploitasi terkait NSA yang disebut ETERNALBLUE yang bocor bulan lalu oleh sekelompok hacker yang dikenal sebagai The Shadow Brokers. ETERNALBLUE mengeksploitasi kerentanan dari protokol Microsoft Server Message Block 1.0 (SMBv1)”, kata David Maciejak, Director of Security Research di Fortinet.

”WannaCry telah menyusupi ribuan organisasi di seluruh dunia, termasuk institusi-institusi penting. Ransomware ini mudah dikenali karena permintaan tebusan didukung lebih dari 24 bahasa ,” tambah Maciejak. Penelusuran Fortinet menunjukkan bahwa rata-rata ada lebih dari 4.000 serangan Ransomware setiap hari sejak 1 Januari 2016.

Jika organisasi telah terpengaruh Ransomware, Fortinet sangat menyarankan langkah-langkah berikut :

  1. Segera isolasi perangkat yang terinfeksi dengan memutusnya dari semua jaringan secepat mungkin untuk mencegah penyebaran Ransomware ke jaringan/perangkat terhubung lainnya.
  2. Jika jaringan sudah terinfeksi, segera putuskan koneksi dengan semua perangkat terhubung.
  3. Matikan semua perangkat terpengaruh yang belum seluruhnya rusak. Hal ini bisa membersihkan dan memperbaiki data, mengalokasi kerusakan, dan agar tidak memperburuk keadaan.
  4. Back-up data harus disimpan offline. Saat terdeteksi, periksa kembali back-up data dan pastikan bebas malware.
  5. Segera hubungi pihak berwenang, laporkan setiap ransomware yang dialami, dan minta bantuan.

Untuk organisasi dan perusahaan yang belum terkena serangan Ransomware, Fortinet menyarankan tindakan pencegahan berikut:

  1. Lakukan patch pada sistem operasi , software, dan firmware pada semua perangkat. Untuk organisasi besar  dengan banyak perangkat, pertimbangkan untuk mengikut sertakan sistem pengaturan patch yang terpusat.
  2. Pasang teknologi IPS, AV, dan Penyaringan web, dan ingatlah untuk selalu meng-update-nya.
  3. Buatlah back-up data secara rutin . Verifikasi integritas back-up data tersebut, enkripsikan, dan uji proses perbaikan data untuk memastikan semuanya berjalan baik .
  4. Pindai semua surel yang masuk dan keluar untuk mendeteksi ancaman dan saring file yang akan dikirim.
  5. Jadwalkan pemindaian rutin dengan anti virus dan anti-malware secara otomatis .
  6. Non–aktifkan skrip makro pada file yang ditransmisi lewat surel. Pertimbangkan pemanfaatan perangkat seperti Office Viewer untuk membuka file terkait Microsoft Office daripada lewat aplikasi Office.
  7. Buatlah strategi untuk membangun kelangsungan bisnis yang tanggap dalam menghadapi berbagai pekerjaan yang riskan.

“Fortinet menangani tantangan keamanan siber organisasi dengan kecerdasan Security Fabric yang mencakup keseluruhan jaringan, menghubungkan sensor keamanan dan perangkat berbeda, mengumpulkan, mengkoordinasikan, dan menanggapi setiap tindak kejahatan yang muncul kapan pun,” kata Maciejak.  “Hanya dengan  memanfaatkan semua sumber daya pertahanan yang terkoordinasi bisa efektif melawan serangan cyber besar seperti WannaCry.”

Xfas, Solusi Social Commerce untuk Transaksi Online Shop yang Aman, Lengkap dan Mudah Digunakan

Menurut data yang dirilis Asosiasi Fintech Indonesia dan Tech in Asia (2016) disebutkan bahwa 80% pertumbuhan perdagangan online saat ini dominasi oleh aktivitas jual beli yang berlangsung di social commerce. Walaupun masih menggunakan metode tradisional di platform sosial seperti Facebook, Instagram, BBM, Line dan WhatsApp, terdapat 2,7 juta transaksi setiap harinya. Namun,  permasalahan yang sering muncul dalam melakukan kegiatan jual beli di social commerce  yakni adanya percakapan panjang antara seller dan buyer untuk mengetahui detail produk yang ditawarkan hingga metode pembayarannya.

Adanya permasalahan tersebut, maka dibutuhkan solusi yang efektif, mudah dan anti ribet untuk mempermudah seller dan buyer dalam melakukan transaksi. Hal inilah yang mendorong lahirnya Xfas. Solusi yang ditawarkan Xfas ini akan mempercepat proses transaksi, mempermudah penerimaan pembayaran, sekaligus membantu dalam pengelolaan data barang masuk dan keluar.

Hari ini, Xfas, solusi social commerce yang terintegrasi dengan sistem pembayaran dan manajemen inventori yang pertama bagi seller dan buyer di online shop, hadir di Indonesia. Xfas merupakan sebuah solusi social commerce hasil kolaborasi dari  payment gateway provider lokal, Faspay bersama dengan perusahaan financial technology Xfers dari Singapura, menyediakan layanan keuangan menggunakan teknologi terkini bagi para pelaku bisnis online terutama mereka yang masih bergerak dalam skala kecil – menengah.

Xfas sendiri mengusung konsep the simplest social commerce payment solution, mengeliminasi elemen-elemen utama dalam berjualan online seperti komunikasi yang ribet, pengintegrasian sistem hingga biaya untuk memelihara website dan manajemen inventori.

“Dengan adanya Xfas ini dapat mempermudah para penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi pembayaran. Buyer akan mendapatkan link dari produk yang telah dibeli, lalu hanya dengan sekali klik, maka semua informasi yang dibutuhkan akan diterima oleh seller sehingga proses transaksi menjadi lebih efektif. Ini merupakan solusi anti ribet satu-satunya yang lengkap, aman dan mudah bagi seller dan buyer di social commerce.” ujar CEO Faspay, Hioe Fui Kian.

kiri-kanan, Bapak Eddy Tju (VP Business Development Faspay), Samson Leo (Co-Founder Xfers), Ibu Hioe Hui Kian ( CEO Faspay),Tian Wei Liu (CEO & Co Founder Xfers).

Inilah yang menjadi fitur unggulan dari Xfas. Setiap data transaksi yang dilakukan oleh penjual  maupun pembeli di sosial media akan ditampilkan dalam format link. Pembeli nantinya akan mendapatkan link yang berisi informasi dari produk yang telah dibeli dari deskripsi singkat produk tersebut, jumlah barang, jenis barang yang dibeli, berat barang, harga, gambar dan lain sebagainya.

Xfas Bantu Majukan Bisnis Online Shop Anak Muda

Liu Tian Wei, CEO dan Co-Founder Xfers, juga mengungkapkan, “Dengan kemudahan yang diberikan Xfas dalam bertransaksi, sangat membantu para pengusaha pemula serta kaum muda seperti pelajar dan mahasiswa dalam memasarkan produk mereka”.

“Xfas mendukung penuh para mahasiswa dan pelajar khususnya, dalam memasarkan produk yang mereka tawarkan di online shop sehingga dapat menambah penghasilan mereka,” tambah Tian Wei.

kiri-kanan, Bapak Eddy Tju (VP Business Development Faspay), Bapak Herry Andrie Janssen (President Director of ASTEL Group), Ibu Hioe Fui Kian ( CEO Faspay), Tian Wei Liu (CEO & Co Founder Xfers), Samson Leo (Co-Founder Xfers)

Cara menggunakan Xfas cukup mudah, pengguna cukup masuk ke dalam dashboard Xfas yang telah disediakan untuk mengatur produk yang hendak dijual. Sebelum masuk ke dashboard, pengguna harus melakukan registrasi terlebih dulu melalui www.xfas.co.id. Hal ini hanya berlaku untuk seller saja, bagi buyer tidak perlu melakukan login terlebih dulu.

Dashboard ini nantinya akan menciptakan suatu link yang nantinya link inilah yang digunakan penjual untuk disebarkan kepada calon pembeli melalui media sosial, forum maupun aplikasi messenger. User yang menerima link tersebut akan diarahkan ke halaman pemesanan yang berisi tentang informasi produk yang tadi telah di-setting dalam dashboard. Selanjutnya pengguna akan menerima informasi mengenai pembayaran produk yang hendak dibeli dengan beragam pilihan metode transfer bank maupun kartu kredit.

Apabila pembayaran tersebut berhasil dilakukan, Xfas akan mengirimkan notifikasi secara otomatis kepada penjual. Setelah itu, penjual dapat melanjutkan ke proses pengiriman barang. Pembeli tidak perlu melakukan hal apapun untuk mengkonfirmasi sehingga dapat duduk dengan tenang sambil menunggu barang yang mereka beli dikirim.

“Xfas juga menawarkan berbagai kemudahan lainnya seperti, kemudahan mengolah data inventori barang yang dijual, analisis penjualan hingga proses pencairan uang yang tidak rumit,” ucap Hioe Fui Kian.

Diharapkan dengan semakin banyak seller dan buyer yang memanfaatkan solusi Xfas, kita akan turut mendorong terwujudnya cashless society dan perkembangan e-commerce di Indonesia.