Category: Review

Menjajal Samsung Ultrabook Terbaru

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi pameran Mega Bazaar yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center. Dalam kesempatan tersebut saya melihat beberapa produk mutakhir baik dari komputer, notebook atau smartphone. Satu yang menarik perhatian saya adalah booth Samsung yang cukup menarik perhatian. Bukan hanya satu tapi disana ada 3 (tiga) booth yang menampilkan produk-produk mutakhir keluaran asal negeri Korea tersebut. Satu khusus untuk komputer, satu untuk smartphone dan satu untuk printer. Ketiga berada diarea terpisah dan cukup menarik perhatian pengunjung.

Saya tertarik mengunjungi booth Samsung yang menyajikan komputer. Cukup banyak pengunjung yang menyambangi booth ini sehingga membuat para petugasnya agak kewalahan karena harus menghadapi pertanyaan dari para konsumen. Ada dua produk baru yang menarik perhatian saya yaitu seperti judul diatas Samsung Ultabook Terbaru yaitu New Series Ultra 5 dan Series Ultra 7. Baiklah kita bahas satu per satu.

Samsung1

Booth Samsung yang cukup ramai dikunjungi (Foto : Koleksi Pribadi)

Samsung New Series Ultra 5

 

Notebook seri ultra memang menawarkan seri notebook yang tipis dan cukup ringan, namun dengan ketipisan tersebut bukan berarti hanya mengejar target. Samsung New Series Ultra 5 sudah terintegrasi dengan optical disk drive. Bayangkan dengan tebal hanya 0,82 inch bisa menyelipkan sebuah disk drive pemutar DVD. Dengan desain yang ramping dan elegan notebook ini siap digunakan dimana saja.  Dengan menggunakan processor Intel® Core™ i5-2467M Processor siap digunakan untuk berbagai eksperimen. Digunakan untuk menonton film atau main game juga oke karena sudah menggunakan High Definition Display. Apalagi sudah ditanamkan speaker JBL dengan suara yang sudah tidak perlu disangsikan lagi kehandalannya semakin menambah betah bekerja menggunakan notebook ini.

Samsung3

Samsung New Series Ultra 5, ready to enjoy ! (Foto : Koleksi Pribadi)

Berikut spesifikasi lengkap Samsung New Series Ultra 5 :

Operating System

  • Windows® 7 Home Premium (64-bit)
CPU/ Processor

  • Intel® Core™ i5-2467M Processor
  • CPU Clock Speed (Max.): 1.6GHz
  • CPU Cache: 3MB L3
Model

  • Series 5
  • NP530U4B-A02US
Display

  • 14″ Screen Size
  • 1366 x 768 Resolution
  • Brightness: 300 nits
Memory

  • 4GB System Memory
  • Memory Type: DDR3
Storage

  • 500GB Hard Drive Capacity with Express Cache, 16GB
Graphics

  • Intel® HD Graphics 3000
ODD

  • DVD +/-RW Super Multi Dual Layer (S-ATA)
Multimedia

  • 3 W Stereo Speaker (1.5 W x 2)
  • 1.3MP HD Webcam
Connectivity

  • 802.11 a/b/g/n Wireless LAN
  • Bluetooth v3.0 High Speed
  • Gigabit Wired Ethernet LAN
I/O Ports

  • VGA
  • HDMI
  • 2 USB 3.0 and 1 USB 2.0
  • Headphone/MIC combo
  • 4-in-1 Multi Card Slot (SD, SDHC, SDXC, MMC)
  • RJ45 (LAN)
Input Devices

  • 81 Key Keyboard
  • Touch Pad (Scroll Scope, Flat Type)
Security

  • Kensington Lock Slot
Power

  • 40W AC Adapter
  • 8 Cell / Li-Po Battery
  • 6120mAh
Design

  • Silver
Dimensions

  • 13.1″ (W) x 9.0″ (D) x 0.82″ (H)
Weight

  • 3.94 lbs.
Warranty

  • 1 Year Standard Parts and Labor

 

Samsung Series Ultra 7

 

Penampilan ultrabook seri ini sangat elegan dengan chasis yang terbuat dari aluminium. Kita akan semakin tertarik ketika  mencoba trackball yang sangat responsif dengan  10-points multi touch. Untuk display tidak perlu diragukan lagi karena sudah menggunakan Full High Definition dengan resolusi 1920 x 1080. Ditambah lagi dengan berat yang hanya 1,46 kg akan semakin menarik untuk memilikinya. Sepertinya ultrabook ini dapat menjadi solusi untuk sebuah pengalaman baru yang mengasyikkan.

Samsung2

Samsung Series Ultra 7 yang elegan dengan chasis aluminium (Foto : Koleksi Pribadi

Berikut spesifikasi lengkap Samsung Series Ultra 7 :

Operating System

  • Windows® 8 (64 bit)
CPU/ Processor

  • Intel® Core™ i5-3337U
  • CPU Clock Speed (Max.): 1.8GHz

Model

  • Series 7
  • 730U3E-S011D
Display

  • 13.3″ Super Bright Anti-Reflective
  • FHD Led Display
  • 1920 x 1080 Resolution
Memory

  • 4GB System Memory
  • Memory Type: DDR3
Storage

  • 128GB Hard Drive DDR3
Graphics

  • AMD Radeon HD8570M 1GB

  • Multimedia
  • 3 W Stereo Speaker (1.5 W x 2)
  • 1.3MP HD Webcam
Connectivity

  • 802.11 a/b/g/n Wireless LAN
  • Bluetooth v3.0 High Speed
  • Gigabit Wired Ethernet LAN
I/O Ports

  • VGA
  • HDMI
  • 2 USB 3.0 and 1 USB 2.0
  • Headphone/MIC combo
  • 4-in-1 Multi Card Slot (SD, SDHC, SDXC, MMC)
  • RJ45 (LAN)
Input Devices

  • 81 Key Keyboard
  • Touch Pad (Scroll Scope, Flat Type)
Security

  • Kensington Lock Slot
Power

  • 40W AC Adapter
  • 8 Cell / Li-Po Battery
  • 6120mAh

Weight

  • 1,46 kg
Selain kedua produk diatas, saya juga mencoba beberapa produk Samsung lainnya, seperti Samsung Ativ Smart PC yang bisa menjadi PC dan bisa juga menjadi tab. Produk ini sudah menggunakan Windows 8 dengan touchscreen yang sangat memuaskan. Saya mencoba menulis nama sendiri dengan jari dan terlihat acak-acakan tapi display dengan cerdas membaca huruf tersebut dan langsung menuliskannya dalam dokumen seperti yang terlihat didalam foto dibawah ini.
samsung5
Semakin lama semakin ramai saja booth Samsung ini oleh para pengunjung, tanpa terasa sudah hampir satu jam saya menghabiskan di tempat ini saking asyiknya. Samsung memang selalu inovatif dalam mengeluarkan produk-produknya.

samsung4

Samsung Ultrabook Terbaru menyajikan teknologi terkini

Hitam Putih Bogor Lewat Sebuah Buku

Hitam Putih Bogor

Hitam Putih Bogor merupakan kumpulan kisah dari 20 blogger Bogor yang tertuang di blog komunitas. Tulisan ini dibagi menjadi dua kelompok, Hitam dan Putih. Kelompok Hitam berkisah hal-hal yang membutuhkan perbaikan, katakanlah segala hal negatif tentang Bogor. Selain menyajikan tulisan negatif, usulan perbaikan juga diberikan. Dengan demikian kelompok hitam tidak berkesan sekedar menghakimi tetapi juga menyodorkan solusi. Sedangkan yang terkumpul dalam kelompok Putih memaparkan hal-hal positif tentang Bogor, misalnya keunggulan yang dimiliki kota hujan ini dalam bidang pariwisata, kuliner dan lain-lain. Sama seperti Kelompok Hitam para penulis di kelompok ini juga memberikan masukan bagaimana hal yang sudah baik ini bisa lebih ditingkatkan lagi.

Hitam Putih Bogor adalah ungkapan cinta. Hanya bukan segala puji dan sanjungan, tetapi juga kritikan. Seperti itulah bentuk sayang. Bukan hanya yang baik yang dipedulikan, pun yang buruk. Dengan demikian, yang tidak baik bisa dikenali untuk kemudian dibenahi dan diperbaiki.

Saya pun ikut menyumbang 1 tulisan dari 10 tulisan kelompok putih. Tulisan saya berkisah tentang alasan saya mengapa betah tinggal di Bogor.

“Inilah Alasan Mengapa Aku Betah Tinggal di Bogor”

Sudah lebih dari 10 tahun aku tinggal di Kota Bogor. Dan sampai detik ini aku betah dan memutuskan untuk tinggal di kota sejuk ini selamanya. Apa sih yang membuat betah tinggal di Bogor?

Pertama adalah kota ini sejuk. Walaupun belakangan kadang panas akibat global warning, namun dalam seminggu selalu saja ada hujan yang turun. Jika dibandingkan dengan Jakarta, Depok, Tangerang atau Bekasi, kota ini jauh lebih dingin. Jadi didalam rumah tidak perlu menggunakan AC, cukup menggunakan ventilasi yang baik dan kita ikut dalam program hemat energi dan mencegah climate change. 

Alasan kedua kota Bogor dekat dengan Jakarta. Hanya dalam waktu 1 jam kita bisa sampai di Jakarta baik lewat tol Jagorawi ataupun menggunakan kereta listrik. Walau kadang macet atau kereta mengalami gangguan namun masih dalam batas kewajaran. Ya walaupun aku kerja di Jakarta, aku bersama dengan para komuter lainnya tetap keukeuh ingin tinggal di Bogor yang nyaman.

Selain itu Kota Bogor juga merupakan kota yang lengkap, walaupun termasuk kota sedang, namun segala fasilitas kota ada disini, mulai dari mall hingga tempat rekreasi yang lengkap ada disini. Jadi tidak perlu pergi jauh-jauh ke Jakarta.

Lalu, ini yang paling aku suka. Kota ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap peninggalan sejarah. Heritage kota Bogor banyak ditemui di kota ini diantaranya Istana Bogor dan Kebun Raya, Kantor Walikota, Hotel Salak, Stasiun Kereta Bogor, Musium Zoologi, dan masih banyak yang lainnya semuanya peninggalan Belanda yang hingga saat ini kondisinya masih baik dan dirawat serta dijadikan cagar budaya. 

Dan terakhir aku suka dengan warga kota Bogor yang ramah. Mulai dari penduduk asli sampai pendatang semuanya ramah. Kota ini sangat terbuka untuk pendatang, tidak ada yang dibedakan antara pribumi dan pendatang. Insya Allah aku akan tinggal di Bogor untuk selamanya.

I Love Bogor

 

Sederhana saja alasan saya mengapa bisa betah tinggal di Bogor. Ingin tahu tulisan ke-19 blogger lainnya? Silahkan pesan melalui twitter @BloggerBogor.

Oya buku ini juga mendapat testimoni dari beberapa endorser, berikut petikannya :

Saya sangat berharap hal yang sama dapat ditangkap oleh para pembaca ketika menikmati lembar demi lembar buku Hitam Putih Bogor. Dengan demikian rasa cinta dan memiliki yang dirasakan oleh para blogger Kota Bogor akan menular kepada para pembaca.

(Diani Budiarto, Walikota Bogor)

 

Buku ini menegaskan kembali betapa pentingnya antisipasi yang perlu dilakukan Pemda Kota Bogor terhadap isu yang ada. Kalau belum direspons oleh Pemda sebaiknya komunitas Blogor bisa memberikan saran-saran nyata apa saja bagi kelestarian lingkungan Kota Bogor. 

(Profesor Syafri Mangkuprawira, Pembina Blogor)

 

Bogor selalu menyajikan ketenangan yang mungkin susah saya temukan di kota lain. Bogor adalah pilihan jitu untuk menidurkan resah, kabut dan hujan. Selalu ada yang disembunyikan oleh kabut. Seperti hujan yang juga rajin menyembunyikan kenangan. Ya, selalu ada harapan. Mengurai benang, sebasah atau sekusut apapun, pasti ada jalan. Rasanya saya ingin kembali pada petuah karuhun ka hareup ngala sajeujeuh, ka tukang ngala salangkah. Agar bisa maju setapak, kita harus punya pengalaman selangkah. Mari menikmati Hitam Putih Bogor.

(Khrisna Pabhicara, Novelis Trilogi Sepatu Dahlan)

Iconia B1 “My First Tablet” dari Acer

Setelah meluncurkan seri tablet berbasis Windows8 oktober 2012 lalu, kini Acer kembali meluncurkan seri terbarunya yaitu Iconia B1 . Jika tablet sebelumnya ditujukan untuk kaum profesional yaitu W700 dan kelas menengah W510, kini sasaran dari pengguna tablet Iconia B1Iconia B1 adalah para pengguna pemula. Itulah mengapa diberi tagline “My First Tablet” dan harga yang ditawarkan pun sangat murah yaitu Rp 1.599.000,- Ya cuma sekitar 1,6 Jutaan, bandingkan dengan brand international yang sejenis yang harganya bisa 2-3 kali lipat. Sedangkan jika dibandingkan dengan brand buatan China tentu akan dilibas dengan mudah.

Sebagai market leader industri PC di Indonesia, Acer ingin melengkapi rangkaian tabletnya sehingga bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan atas hingga bawah. Mulai dari kalangan profesional hingga pelajar dan mahasiswa. Seperti yang diungkapkan oleh Jason Lim, Presiden Director Acer Indonesia, dalam acara launching Iconia B1 di Shangri-La Hotel 30 Januari 2013, bahwa komitmen Acer sebagai pemimpin pasar di Indonesia siap mempertahankan kepemimpinan dengan memperkuat portpolio di kategori tablet, selain kategori PC dan notebook. Dengan prestasi dan reputasi yang sudah terbukti selama ini, kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan memposisikan diri sebagai salah satu dari 3 merek tablet terbesar di Indonesia, tambah Jason.

Iconia B1 menggabungkan prosesor dua core 1,2 GHx dengan sistem operasi terbaru Android JellyBean 4.1 dan upgradeble. Bisa digunakan untuk bermain game, web browsing, serta video streaming yang cepat dan lancar. Dengan layar 7″ (sama dengan ukuran halaman buku standar) dan berat hanya 320 gram, tablet ini nyaman digunakan untuk e-reading, social network serta menonton video.

IMAG0727

 

Berikut spesifikasi lengkap Acer Iconia B1 ini :

Spesifikasi Iconia B1

Menjadi Keluarga Apel : Dari Diskusi 9 Summers 10 Autumns The Movie

Sabtu 26 Januari 2013 lalu saya diundang oleh pihak manajemen dari film 9 Summers 10 Autumns The Movie untuk menghadiri acara sharing di Kota Bogor bersama sang penulis Iwan Setyawan yang diadakan di Mangiare Cafe – Bogor. Ternyata setelah ditelusuri saya pernah bertemu dengan sang penulis di kediaman sahabatnya Dhani yang kebetulan teman bersepeda saya juga – sesaat setelah beliau menyelesaikan buku tersebut dan belum booming seperti sekarang. Waktu itu saya sempat melihat sekilas dan yakin bahwa buku ini akan menjadi best seller dan ternyata benar. What a small world ya hehehe…

Dalam diskusi yang diawali pemutaran trailer film tersebut, tersebut Iwan memaparkan bahwa ia awalnya ragu untuk berbagi kisah kehidupannya. Sepertinya dengan diterbitkannya buku tersebut seakan ia menjual kepedihan saat berjuang untuk hidup di masa lalu. Namun yang menguatkannya adalah keinginan untuk berbagi dengan sesama, terutama dengan orang-orang yang senasib dengan dirinya dan keluarganya. Lewat perjuangan yang tanpa lelah, keringat dan air mata, sebuah perjuangan tidak akan sia-sia dan pasti akan berhasil, dan tentu saja berkat dorongan dan doa orangtua.

Dalam buku 9 Summers 10 Autumns Iwan mengisahkan perjuangannya saat hidup di Batu lalu pindah ke Bogor untuk belajar di IPB kemudian dilanjutkan bekerja di New York selama 10 tahun. Itulah mengapa dalam cover bukunya terdapat dua buah apel, satu apel malang dan satu lagi untuk Kota New York yang dikenal juga sebagai kota Big Apple.

Iwan juga memaparkan mengapa ia kembali ke Indonesia, padahal jika ia mau ia bisa menetap di New York dan hidup dengan mapan. Bayangkan, jabatan terakhirnya adalah direktur sebuah perusahaan internasional. Tapi kecintaan dan keinginan untuk membangun Indonesia memupuskan keinginan tinggal di New York. Dan akhirnya tahun 2010 ia kembali ke Indonesia. Sempat melakukan backpacker keliling ke beberapa tempat wisata di Indonesia, kemudian tahun 2011 membuat buku novel yang menjadi best seller dan kemudian menyusun buku kedua yang berjudul “Ibuk”.

Dalam sesi berikutnya setiap peserta yang hadir didaulat untuk sharing pengalaman hidupnya dan ini sangat unik. Ada yang merasakan hampir sama, ada yang ingin meraih cita-cita namun selalu kandas, ada yang selalu ditentang orangtua, ada pula yang tidak mau membaca buku Iwan karena pasti dia sedih dan menangis. Namun dari semua itu kita belajar bahwa setiap orang itu memiliki sebuah cerita dan pengalaman yang menarik. Tidak perlu dipendam sendiri, kita bisa menulisnya dalam blog atau malah dibuat novel seperti yang Iwan lakukan dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Dan kita semua yang hadir merupakan keluarga baru yaitu “Keluarga Apel” yang akan selalu berbagi, berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita kita semua.

9S10A

Keluarga Apel Bogor