Cara Menghitung Rate Card Personal Blog

(Capture from titiw.com)

Selasa 29 Oktober 2013 lalu saya diundang oleh Duo @Indohoy – pengelola website indohoy.com untuk mengikuti acara yang disebut : Sua Pelancong yang pertemuan informal sesama pelancong, traveler, turis, untuk saling berbagi pengalaman apa saja sesuai dengan keahlian di bidang masing-masing. Kali ini adalah pertemuan yang ke-4.

Hadir dalam pertemuan tersebut selain host Vira & Mumun juga Venny @MissLaiLai, @CeritaEka, @TitiwAkmar dan beberapa blogger lainnya. Sambil dijamu makanan siap saji di kawasan Gatot Subroto Jakarta, masing-masing blogger menjelaskan apa dan bagaimana tentang SPONSOR TRIP yang menjadi tema utama dalam pertemuan kali ini.

Titiw bercerita tentang dunia PR yang dikaitkan dengan kepentingannya ketika menghire blogger untuk ikut membantu promosi suatu event atau produk. Lebih jelasnya lagi Titiw banyak bercerita di blognya yang unyu di titiw.com

Saya sendiri memaparkan tentang CARA MENGHITUNG RATE CARD PERSONAL BLOG. Jadi cara menghitung berapa nilai rupiah blog kita saat ditanya oleh brand atau perusahaan jika mereka ingin membuat satu tulisan tentang produknya. Berikut penjelasannya.

Suasana Sua Pelancong #4 Bersama @Indohoy (Pic : @TitiwAkmar)

Ada 3 hal yang menjadi patokan perhitungan, source rank, order rank dan page rank.

Source rank adalah level pembaca kita dari mulai internasional sampai lokal. Ada 5 level.

1. Internasional – dengan point 500

2. Regional – dengan point 400

3. Lokal + – dengan point 300

4. Lokal – dengan point 200

5. Newbie – dengan point 100

Order rank menunjukkan lokasi postingan pada halaman, jika dimuat di halaman utama akan mendapat point 1. Bagi blog akan membingungkan juga karena setiap postingan pasti dimuat di halaman utama. Untuk itu saya sedikit memodifikasi sistem penilaian dengan membagi nilai yaitu untuk source rank 1 akan mendapat point 1 dan 2, tergantung jumlah karakternya. Demikian seterusnya.

1. Internasional – 50

2. Internasional – 45

3. Regional – 40

4. Regional – 35

5. Lokal + – 30

6. Lokal + – 25

7. Lokal – 20

8. Lokal – 15

9. Newbie – 10

10. Newbie – 5

Page rank adalah sebuah algoritma yang telah dipatenkan yang berfungsi menentukan situs webmana yang lebih penting/populer. PageRank merupakan salah satu fitur utama mesin pencariGoogle dan diciptakan oleh pendirinya, Larry Page dan Sergey Brin yang merupakan mahasiswa Ph.D. Universitas Stanford. (Wikipedia). Untuk menghitung page rank blog silahkan buka link www.prchecker.info dari link tersebut dapat diketahui berapa jumlah PR blog kita. Jika sudah mendapat nilai silahkan masukkan dengan nilai berikut :

1. PR N/A, 0 atau 1 = point 5

2. PR 2 = point 10

3. PR 3 = point 15

4. PR 4 = point 20

5. PR 5 = point 25

6. PR 6 = point 30

7. PR 7 = point 35

8. PR 8 = point 40

9. PR 9 = point 45

10. PR 10 = point 50

Setelah didapat nilai dari ketiga angka tersebut tinggal kita masukkan ke dalam rumusan sebagai berikut :

(Order Rank X Page Rank) + Source Rank = AD Value

Dan untuk Indonesia, jika mencapai 1000 point adalah senilai Rp 2.500.000,-

Maka akan keluar hasilnya yaitu AD Value atau Advertising Value. Nilai ini adalah biaya yang akan dikeluarkan brand jika akan membuat iklan di sebuah website. Nah nilai blog kita ada di bawah AD Value tersebut. Sedangkan untuk PR Value tinggal di kali tiga. PR Value adalah nilai yang didapat oleh brand setelah di publikasikan di blog. Faktor pengkali tiga sudah menjadi rumusan umum dalam dunia PR dengan asumsi setiap tulisan itu akan dibaca 3 kali lipat dari ad value.

Berikut contoh perhitungan AD Value :

Misalnya kita akan menghitung sebuah blog

Source rank = Blog berbahasa Inggris,lebih dari setahun = Regional = 2= 400

Order rank = Regional, sudah cukup banyak posts = 3 = 40

Page Rank = setelah di cek ternyata  3 = 15

(Order Rank X Page Rank) + Source Rank = AD Value

(40 x 15) + 400 = 600 + 400 = 1.000

Berarti nilai AD value blog tersebut  adalah 1.000. Jika dikonversi ke rupiah akan menjadi senilai Rp. 2.500.000,- karena ketentuannya adalah kebetulan setiap 1.000 point bernilai Rp 2.500.000,- Sedangkan untuk PR Value (3x lipat dari AD value) sebesar Rp 7.500.000,-

Artinya adalah blog tersebut bernilai Rp2.500.000,- dan klien akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 7.500.000,-  Jadi kalau ada penawaran antara Rp 2,5 – 7,5 Juta diambil saja karena sudah sesuai dengan kapasitas blog tersebut. Ini artinya jika klien memasang iklan secara tradisional dia akan mengeluarkan budget sebesar Rp 7,5 juta, sedangkan jika menggunakan blog tersebut hanya mengeluarkan 1/3-nya.

Jadi jika ada yang menanyakan berapa rate blog untuk sebuah postingan kita sudah bisa menghitung sendiri. Silahkan coba! Sampai Jumpa di Sua Pelancong 5 atau trip berikutnya ya 🙂

Be Sociable, Share!

Leave a Reply