Bolehkah Kita Liburan di Bali Saat Hari Raya Nyepi?

Salah satu liburan long weekend tahun 2019 ini adalah pada hari kamis tanggal 7 Maret 2019 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Jadi jika kita ambil cuti hari jumat, jadilah long weekend yang smart karena kita cuma ambil cuti satu hari tapi dapatnya 4 hari sejak hari kamis hingga minggu. Jadi mantap kan dapet liburan panjang dan tempat yang paling pas untuk liburan seperti ini ya Bali karena memiliki destinasi wisata yang beragam mulai dari wisata alam hingga budaya semuanya lengkap ada di pulau dewata ini. Namun pertanyaannya adalah seperti judul di atas? Bolehkah? Mari kita dalami terlebih dahulu apa itu Hari Raya Nyepi.

Nyepi atau Day of Silence adalah perayaan tahun baru bagi umat Hindu menurut kalender Saka. Peringatan Hari Keheningan telah berlangsung sejak 78 Masehi. Day of Silence mendapatkan namanya dari kata ‘diam’ tanpa aktivitas. Pada hari ini, semua kegiatan sehari-hari seperti bekerja atau bepergian perlu dihentikan, karena “Hari Keheningan” perlu dirayakan dalam keheningan dan diisi dengan refleksi diri. Di Indonesia, perayaan Day of Silence sangat terasa di Bali. Berbeda ya dengan perayaan Tahun Baru Masehi yang dirayakan dengan hingar bingar petasan dan terompet. Itulah budaya, satu sama lain saling berbeda, namun kita harus saling menghormati.

Provinsi Bali memiliki sekitar 3,2 juta dari 3,8 juta penduduk yang percaya pada agama Hindu. Jumlah tersebut diambil berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010. Oleh karena itu, tidak heran kalau Hari Keheningan dianggap sebagai hari nasional yang sangat istimewa bagi orang Bali.

Selama peringatan Hari Keheningan, jalan-jalan di Bali akan hening, karena tidak akan ada kendaraan di sekitarnya. Hanya akan ada pecalang – petugas keamanan lokal Bali – untuk mengendalikan lalu lintas jalan. Selain mobil dan sepeda motor, semua aktivitas di bandara, terminal, pelabuhan, dan jalan raya dihentikan selama perayaan Hari Hening. Namun, kendaraan darurat seperti ambulans diizinkan melewati tanpa menyalakan sirene mereka. Rumah sakit juga berhak beroperasi.

Puncak perayaan Day of Silence diperingati oleh orang-orang Hindu dengan memegang catur brata penyepian yang berarti empat ‘larangan’, yaitu: amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak bersenang-senang), amati karya ( jangan bekerja), dan amati geni (jangan nyalakan api). Keempat larangan tersebut berlaku tidak hanya untuk orang Bali tetapi juga untuk wisatawan di Bali. Nah berarti kita sebagai turis atau wisatawan tidak boleh melakukan kegiatan apapun selama di Bali. Jadi cukup diam di hotel saja tanpa melakukan aktifitas. Kalau sampai keluar hotel bisa berhadapan dengan para pecalang. Kecuali tadi jika keadaan darurat, sakit misalnya.

Sedangkan untuk Perayaan Hari Keheningan di Bali terdiri dari serangkaian pertunjukan budaya sebelum dan sesudah hari H. Beberapa hari sebelum hari H, penduduk lokal Bali akan membuat patung ogoh-ogoh raksasa. Dua hari sebelum hari H, orang Bali akan melakukan Melasti atau sholat di laut, dengan parade ogoh-ogoh. Sehari setelah Hari Keheningan yang sebenarnya, akan ada tradisi omed-omedan atau upacara ciuman masal untuk membuang nasib buruk dan memperkuat rasa kasih sayang. Selama peringatan Hari Hening, dua pembangkit listrik (uap listrik dan gas) untuk sementara tidak aktif. Ini menghasilkan penghematan bahan bakar solar 500.000 liter atau setara dengan Rp 3 miliar. Selain itu, ini akan dapat menghemat listrik hingga 60% dalam satu hari, yang setara dengan Rp 4 miliar. Di sisi lain, pengurangan emisi dan CO2 dapat mencapai 20.000 ton selama Hari Hening. Itulah beberapa fakta menarik tentang Day of Silence. Info lengkapnya bisa dilihat dengan melakukan klik di sini.

Jadi sudah tau kan jawabannya. So lebih baik kita cari tempat wisata lain di Indonesia untuk menghabiskan long weekend maret nanti, masih banyak kok destinasi wisata yang menarik selain pulau yang dinobatkan sebagai pulau terindah tersebut, seperti beberapa yang lokasi wisata sudah saya kunjungi yaitu Pulau Weh di Sabang, Danau Toba, Palembang, Semarang , Malang atau jika ingin ke wilayah timur Indonesia bisa ke Makassar dan sekitarnya atau sekalian ke Papua. Intinya sebagai warga negara yang baik, kita harus saling menghormati sesame walau memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda. Selamat berlongwiken yaaa.

Be Sociable, Share!

Comments are closed.